Berita :: GLOBALPLANET.news

04 November 2019 12:23:49 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Asap kembali selimuti Kota Palembang pada Senin (4/11/2019), berdasarkan data dari LAPAN tercatat ada beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara kota Palembang.

Asap ini berasal dari Kayuagung, Pemulutan, Cengal, Banyuasin I dan Pematang Panggang, umumnya meningkat pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) dikarenakan labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Stasiun Meterologi Bambang Beny Setiaji mengatakan, kondisi intensitas Asap tetap berpotensi terjadi di Sumsel dikarenakan wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas yang signifikan belum terpapar hujan yang cukup mengingat luas dan dalamnya lahan gambut yang terbakar.

"Info dari AIRNAV, jarak Pandang Terendah pda pagi hari tanggal 04 November 2019 berkisar hanya 1500-3500 m dari jam 07.00-08.00 WIB dengan Kelembapan pada saat itu 85-76% dengan keadaan cuaca Asap (Smoke) yang tidak berdampak pada penerbangan di Bandara SMB II Palembang," ungkap Beny, Senin (4/11/2019).

Beny melanjutkan, secara Regional, seiring adanya pusat tekanan rendah dan Badai Tropis Hatlong di Laut Cina Selatan mengakibatkan menguatnya massa udara dingin Muson Australia sehingga menyebabkan lapisan udara atas kembali kering dan berangin kencang yang akan menghambat pertumbuhan awan hujan.

Di wilayah Sumsel sendiri, kembali minim hujan dan berpotensi peningkatan asap pada 6-8 November 2019.

"Namun kondisi ini bersifat sementara (fluktuaktif) karena secara meteorologi kondisi posisi matahari dan angin masih di musim peralihan," tambahnya.

Menurutnya hujan sistem konvektif berskala Meso (Mesoscale Convective System/MCS) dengan indikasi Awan Hujan Cumulonimbus yang memanjang lebih kurang 200 km diyakini dapat memadamkan titik-titik panas karhutbunla dikarenakan hujan yang diakibatkan berlangsung lama dan biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 188