Berita :: GLOBALPLANET.news

Rektor Unitas, Ki Joko Siswanto didampingi dekan dan jajaran saat memberikan keterangan pers di Unitas Palembang, Senin (4/11/2019)/(FOTO: ALWI ALIM)

04 November 2019 18:23:57 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kasus kematian mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas). Muhammad Akbar, 14, saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) harus menjadi bahan evaluasi.

Rektor Unitas Palembang, Ki Joko Siswanto mengatakan pihaknya akan tetap mendukung penuh kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) di kampus yang ia pimpin saat ini. Hanya saja, kejadian seperti saat ini harus dijadikan evaluasi agar tidak terjadi lagi ke depannya.

Dukungan ini diberikan mengingat, UKM Menwa merupakan salah satu pertahanan sipil yang penting di kampus. Tujuannya untuk membentuk karakter kebangsaan serta jiwa nasionalisme.

"Ini harus dijadikan bahan evaluasi bagi organisasi Resimen Mahawijaya," katanya saat memberikan keterangan pers di Unitas Palembang, Senin (4/11/2019).

Saat ini, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Sebab, Polres Ogan Ilir telah menetapkan tiga tersangka yang merupakan senior korban. Pihaknya juga akan mengawal melalui Lembaga Badan Hukum (LBH) Unitas, mengingat korban merupakan mahasiswa Unitas.

Dari hasil penyelidikan, Muhammad Akbar ini tewas diduga akibat mengalami kekerasan dari seniornya di Menwa pada saat kegiatan diksar di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Kamis (17/10/2019)

"Saat kegiatan ini ada empat mahasiswa kami yang ikut diksar," katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unitas Palembang, Ki Azwar Agus menambahkan, hingga saat ini pihaknya terus memberikan pendampingan kepada orangtua korban. Pihaknya juga memastikan akan mengawal kasus ini hingga pengadilan agar mengetahui siapa yang paling bertanggung jawab atas kasus tersebut.

"Dalam kasus ini tidak ada tersangka dari mahasiswa Unitas. Justru, mahasiswa kami yang menjadi korban," ujarnya.

Untuk diketahui, Muhammad Akbar, 14 yang tercatat sebagai mahasiswa semester III jurusan Ilmu Hukum harus tewas saat mengikuti Diksar Menwa di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam kasus itu, polisi telah menetapkan tiga tersangka inisial R, IS dan Ki yang merupakan mahasiswa dari universitas swasta di Palembang.

Reporter : Alwi Alim Editor : AT Alam 93