Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi sungai yang tercemar karena limbah perusahaan. (Foto: Ist)

05 November 2019 19:50:00 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Heri Amalindo meminta kepada perusahaan yang berada di Kabupaten PALI untuk tetap memprioritaskan lingkungan.

Pernyataan ini terlontar lantaran keluhan warga di Desa Tanah Abang Selatan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI yang mengalami gatal-gatal usai mandi di Sungai Lematang serta warna air andalan warga Tanah Abang berubah keruh dan berbau.

Kondisi ini terjadi sejak dua bulan lalu. "Perusahaan jangan hanya mencari duit semata, tetapi juga perhatikan dan jaga lingkungan sekitar. Boleh mencari profit, tetapi jangan sampai mencelakakan orang lain akibat tidak menjaga lingkungan dan membuat lingkungan tercemar," kata Heri Amalindo.

Ia juga mengatakan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat setempat untuk bersatu dan meminta pihak yang berwenang untuk mengatasinya.

"Apalagi kita ketahui, perusahaan tersebut berada di luar kabupaten PALI. Makanya, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa harus bijak dan bersatu, mendesak pihak yang berwenang untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi masyarakat di pinggir Sungai Lematang," tambahnya.

Terkait warga yang gatal-gatal usai mandi di Sungai Lematang, Bupati meminta agar Dinas Kesehatan untuk turun.  "Kalau sudah laporannya seperti ini, dinkes harus tanggapi. Bisa melalui posyandu dan puskesmas pembantu (pustu) setempat agar melakukan pelayanan masyarakat yang terdampak," katanya.

Diketahui sebelumnya warga Kecamatan Tanah Abang  mengeluhkan air sungai Lematang keruh dan berbau serta alami gatal-gatal usai mandi di sungai tersebut. Dengan banyaknya keluhan tersebut, DLH Kabupaten PALI turun tangan mengecek kandungan yang terdapat pada air Sungai Lematang.

Hasilnya, DLH PALI menyatakan bahwa air sungai Lematang positif mengandung BOD dan minyak lemak, kandungan itu timbul akibat adanya aktivitas industri. Sebelum pengecekan dilakukan beberapa waktu lalu bersama sejumlah tokoh Lematang dan anggota DPRD, DLH akui pihaknya rutin mengecek kandungan air Lematang setiap tahun.

Untuk penelusuran dan penindakan penyebab tercemarnya Sungai Lematang, DLH PALI tidak bisa berbuat banyak, mengingat wilayah perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai Lematang berada di Kabupaten Muara Enim. Namun demikian, untuk mempercepat proses penyebab pihak mana yang harus bertanggung jawab, DLH PALI telah melayangkan surat ke DLH provinsi Sumatera Selatan.

Reporter : Eko Jurianto Editor : AT Alam 78