Berita :: GLOBALPLANET.news

Anak anak Desa Tunggul Bute, saat menyaksikan kehadiran pejabat daerah yang menghadiri sebuah acara di desa beberapa waktu lalu. (FOTO: FERRY ANDHIKA)

06 November 2019 15:02:11 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Hampir sama seperti nama desanya, Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung Lahat, menjadi kawasan blank spot (titik buta).

Lantaran sinyal internet di lokasi tersebut tidak ada. Bukan hanya internet, jaringan listrik pun masih minim.

Kepala Desa Tunggul Bute, Jutawan mengungkapkan desanya memiliki sekitar 450 kepala keluarga yang terbagi empat dusun. Sementara untuk mata pencaarian warga mayoritas perkebunan kopi dan sayur. Pihaknya tak menampik bahwa jaringan internet dan sinyal telepon sangat sulit didapat.

" Untuk jaringan internet tidak ada. Bukan hanya itu, listrik juga masih menggunakan turbin dan penggunaan listrik masih terbatas," ujar Jutawan seraya mengatakan bahwa saat ini untuk listrik, baru terpasang tiang- tiangnya saja.

Senada disampaikan Silpi, warga Desa Tunggul Bute. Dirinya berharap ada jaringan listrik PLN dan sinyal telekomunikasi di wilayahnya.

"Jangan sampai seperti namanya, bute (buta )," ungkapnya. 

Terlebih perkebunan kopi dikawasan desa yang berada di ketinggian 1.400 MDPL cukup banyak. Bahkan, saat ini geliat usaha kopi juga mulai tinggi.

"Kalau ada sinyal telekomunikasi dan listrik, kami bisa menawarkan biji kopi sampai keluar daerah dengan mudah," ungkap Silpi.

Sementara, Sekretaris Komisi II DPRD Lahat, Imanullah menambahkan, kelancaran komunikasi dan transportasi menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Lancarnya komunikasi dan transportasi juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

"Akan kita bahas dan sampaikan keluhan masyarakat terkait masalah listrik dan komunikasi ke instansi terkait," katanya. 

Reporter : Ferry Andhika Editor : AT Alam 41