Berita :: GLOBALPLANET.news

Anggota PRD Lahat Dapil IV, Pajeroni (kanan) mendengar aspirasi soal larangan OT malam hari. (FOTO: IST)

07 November 2019 19:10:43 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Rencana Bupati Lahat, Cik Ujang SH terkait usulan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan hiburan orgen tunggal (OT) pada malam hari, diganti jadi siang hari menuai prokontra di tengah masyarakat.

Anggota DPRD Lahat Dapil IV Pajeroni mendukung ide  Bupati Lahat, soal OT tersebut. Hanya saja diperlukan pemikiran dan bahasan secara bersama sama.

"Kalau langsung dinyatakan tidak boleh beroperasi malam hari, saya sangat tidak setuju. Karena banyak masyarakat kita yang mencari hidup dari OT,"  ujar Pajeroni, Kamis (7/11/2019).

Terkait banyaknya korban jiwa yang jatuh imbas dari pagelaran OT, Pajeroni menegaskan, hal inilah yang perlu dibahas dalam Perda dan disepakati oleh pengusaha OT.  Seperti jam operasional hanya sampai pukul 24.00 WIB, tidak boleh menggunakan musik remix, tidak boleh mematikan lampu, tidak boleh ada yang berjualan miras, dan narkoba di sekitar area OT.

"Jika bisa disepakati, saya rasa tidak akan ada masalah. Terkait warga yang tertangkap miras, narkoba, sajam, itu bukan salah OT. Itu yang salah orangnya," tegasnya.

Politisi dari PPP ini menyampaikan, banyak hal tentang adat budaya yang harus dijaga dan pertahankan.

Sebelumnya, Bupati Lahat, Cik Ujang SH merasa prihatin dengan kondisi bertambahnya korban nyawa, imbas dari pangelaran OT. Untuk itu dirinya meminta seluruh Camat di Kabupaten Lahat, turun langsung ke masyarakat menyosialisasikan OT dilarang pada malam hari.

"Perda-nya sudah dibuat, tinggal tunggu pembahasan di DPRD Lahat. Kita tidak ingin ada lagi korban jiwa akibat OT," kata Cik Ujang.

Reporter : Ferry Andhika Editor : AT Alam 44