Berita :: GLOBALPLANET.news

Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, KM 3, Palembang, Jumat (8/11/2019)/(FOTO : RACHMAD KURNIAWAN)

08 November 2019 17:52:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Tidak semua tokoh nasional bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Meski pernah berjuang, hanya tokoh yang berjasa dan menyandang penghargaan tertentu yang berhak dimakamkan di TMP Ksatria Ksetra Siguntang Palembang.

"Kalaupun dia veteran ataupun anggota berwajib dan anggota nasional jika tidak memiliki prestasi bintang, maka tak bisa dimakamkan di makam pahlawan. Ada syarat-syarat tertentu agar bisa dikubur di sana," jelas Kepala Dinas Sosial Sumatera Selatan (Sumsel) Rosyidin Hasan melalui Kasi Pemberdayaan Potensi Dinsos Sumsel, Dwiyono saat dikonfirmasi, Jumat (8/11/2019).

Dwiyono menjelaskan, untuk dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, ada persyaratan tertentu untuk para Prajurit TNI/POLRI/ Purnawirawan dan Pegawai sipil.

Salah satu syarat pahlawan bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, adalah memiliki tanda jasa kehormatan Republik Indonesia (RI), bukan karena pengabdian secara 24 jam terus menerus.

Tercatat ada 9 jenis tanda jasa kehormatan yang bisa menjadi syarat veteran dimakamkan di TMP.

"Selain Bintang Republik lndonesia, adapula Bintang Mahaputra, Bintang Sakti, Bintang Dharma, Bintang Gerilya, Bintang Yudha Dharma, Bintang Kartika Eka Pakci Utama atau Pratama, Bintang Jalasena Utama atau Pratama, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, serta prajurit TNl / POLRI / Purnawirawan yang memiliki Bintang Kartika Eka Paqsi Nararya / Bintang Jalasena Nararya / Bintang Bhayangkara nararya," tuturnya.

Masih kata dia, pahlawan yang dimakamkan juga ada yang tanpa dilakukan upacara militer karena berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Ada juga yang dimakamkan di sana tanpa upacara militer, karena ada aturan yang sudah diberlakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, misal dari anggota angkatan darat sudah aturan tidak ada upacara militer," katanya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 600