Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

01 Desember 2019 20:56:31 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) resmi dicabut dan posko karhutla di beberapa daerah pun ditutup. Pencabutan dan penutupan ini dilakukan langsung Gubernur Sumsel, Herman Deru dan disaksikan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, di Palembang, Minggu (1/12/2019).

Doni Manardo mengakui di tahun 2019 ini beban sangat berat bagi Sumsel, karena musim kemarau yang lama hingga mencapai lima bulan. Menurutnya, ini merupakan tahun terpanas di Sumsel dalam 140 tahun terakhir. 

"Jadi tentu sangat sulit untuk mengatasi karhutla di Sumsel," katanya saat menghadiri penutupan posko karhutla di Hotel Santika Premiere Palembang, Minggu (1/12/2019).

Meskipun begitu, kondisi ini harus dijadikan pelajaran dan pengalaman sehingga kedepan dapat dicegah lebih baik lagi. Selain itu, dirinya juga berharap dengan datangnya musim hujan maka kondisi rawa dan gambut harus dikembalikan secara semula.

"Kita harus mengevaluasi dan berpikir secara mendasar untuk mengembalikan lahan gambut. Kami harap juga kepala daerah memperhatikan kondisi lahan ini," singkatnya. 

Sementara itu, Danrem 044 GAPO, Kolonel ARH Sonny Septiono mengaku banyak tantangan yang harus dilalui dalam memadamkan karhutla di Sumsel. Meskipun begitu semua berhasil dikendalikan dan kini memasuki musim hujan. 

"Musim kemarau tahun ini cukup lama dengan rentan mencapai lima bulan. Alhamdulillah semua berhasil dikendalikan," tutupnya.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 138