Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto: Istimewa)

03 Desember 2019 08:57:00 WIB

JAMBI, GLOBALPLANET - Permintaan kopi Jambi yang dihasilkan petani di wilayah Kerinci, terus mengalami peningkatan. Untuk itu, Pemprov Jambi akan akan memberikan perhatian dan dukungan kepada petani untuk mengembangkan komoditi ini.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal mengatakan, produksi kopi Jambi jenis Liberika dan Arabika dari Kerinci sebanyak 600 hingga 800 kg per hektar, dari total 26 ribuan hektar lahan kopi. "Itu hanya dari satu koperasi di Kerinci," katanya.

Produksi tersebut, kata dia meningkat terus dari tahun sebelumnya. Bahkan petani sekarang banyak meminta untuk mengembangkan kopi. Agusrizal mengatakan, pihaknya akan memgembangkan pertanian jenis kopi ini. Namun, jenis tanaman lainnya seperti tebu, sayuran dan kayu manis tetap akan dipertahankan.

Berbeda dengan sawit, Agusrizal mengatakan dalam upaya meningkatkan produksi kopi, pihaknya memberi bantuan pengembangan bantuan bibit unggul dan pupuk organik. Kemudian, menyediakan seromon (perangkap) untuk mengatasi lalat buah.

Untuk ekspor ke luar negeri, Jambi termasuk provinsi yang memberikan harga tertinggi kepada petani. Yakni Rp 90 ribu hingga 120 ribu untuk kopi arabika dalam bentuk greenbean. "Greenbean itu biji yang kulit kerasnya sudah dikupas. Itu harga tertinggi di Indonesia," sebutnya.

Dijual dalam bentuk greenbean, Agus mengatakan dapat bertahan hingga 2 tahun dan tidak mengurangi cita rasa. "Itulah sebabnya negara seperti Belgia membeli dalam bentuk greenbean. Nanti di roasting (goreng) sendiri," ujarnya. 

 

 

 

Sumber: jambiindependen

 

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 90