Berita :: GLOBALPLANET.news

Preaiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan menantunya Bobby Nasution. (Foto: Ist)

13 Desember 2019 07:55:00 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Majunya Putra pertama Preaiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan menantunya Bobby Nasution ke bursa pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan hak pribadi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Hal ini diungkapkan Presiden RI, Joko Widodo, Seusai meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II di Bekasi, Kamis (12/12/2019).

Menurutnya, pemilihan kepala daerah merupakan sebuah kompetisi dan semua orang berhak untuk memilih dan dipilih.

"Siapapun punya hak pilih dan dipilih. Ya kalau rakyat enggak memilih gimana. Ini kompetisi bukan penujukkan. Beda. Tolong dibedakan," kata Presiden, dikutip dari Bisnis. 

Sebagai diketahui, putera sulung Presiden Jokowi, Gibran resmi mendaftarkan diri menjadi bakal calon Wali Kota Solo pada pemilihan kepala daerah 2020.

Sebaliknya, mantu Jokowi, Bobby, memilih maju menjadi bakal calon Wali Kota Medan pada 2020. Jika Gibran sudah dipastikan bakal didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pencalonan Bobby belum didukung oleh partai politik manapun.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai peluang kemenangan Gibran dalam bursa pilkada Wali Kota Solo, Jokowi hanya menjawab bahwa menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam politik.

"Kan sudah saya sampaikan bolak- balik. Bahwa itu sudah menjadi keputusan. Tanyakan langsung ke anaknya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengatakan bahwa partainya akan banyak mengutamakan kader muda. Mereka mencoba mengikuti perkembangan zaman.

“Tidak boleh kemudian mengatakan ini karena anak elite partai. Tidak boleh lah,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Reporter : Globalplanet Editor : M.Rohali 242