Berita :: GLOBALPLANET.news

Lokakarya yang membahas manajemen pencegahan karhutla berbasis masyarakat, Rabu (18/12/2019)/ (FOTO: Rachmad Kurniawan) 

18 Desember 2019 19:11:30 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemerintah provinsi Sumsel melalui Dinas Lingkungan hidup dan pertanahan mengadakan lokakarya yang membahas manajemen pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

Kabid pengendalian kerusakan dan pemeliharaan lingkungan DLHP Sumsel Ir Hadenil Ugiha mengatakan, kegiatan ini bagian dari fokus pemprov sumsel yang tahun 2020 nanti akan memfokuskan pada pencegahan karhutla. 

"Disini OPD serta lembaga dan asosiasi terkait yang sering berhadapan dengan karhutla kita undang. Untuk memaparkan pengalamannya menangani api di desa," jelasnya di sela sela lokakarya di Hotel The Zuri Transmart,  Rabu (18/12/2019). 

Dalam forum tersebut akan memformulasikan tatanan konsep pencegahan karhutla dan diselaraskan dengan pengalaman di level desa. "Daripada kita mdnunggu hujan dan memadamkan.  Sekarang kemunculan api harus dicegah dari awal," ujarnya. 

Sementara itu, Kasi Pengendalian kebakaran hutan dan lahan Dinas Kehutanan provinsi Sumatera Selatan Sahrul mengatakan, Dana desa adalah salah satu opsi agar desa bisa menggunakannya untuk kepentingan menanggulangi bencana.

Ia mengaku tengah mengusulkan opsi lainnya, yakni bagi desa yang berhasil mencegah karhutla pada 2020 maka akan mendapat insentif khusus di tahun berikutnya

"Jadi dana desa sebagian akan digunakan untuk mencegah karhutla, dana itu bisa dijadikan pengadaan sarana dan prasarana, tergantung musyawarah desa. Saat ini kami sedang menunggu usulan masing-masing Kabupaten mengenai jumlah desa yang dikira rawan karhutla," ujarnya. 

Di tempat yang sama Wakil Sekretaris GAPKI Sumsel Zaghlul Darwis menambahkan, sebagai pihak yang memiliki wilayah kerja di perkebunan pihaknya terus membantu masyrakat bahkan sebelum api mulai masuk. 

Namun ia meminta kelompok tani baik yang ada di kecamatan-kecamatan baik Kabupaten agar berkoordinasi jangan bergerak sendiri-sendiri. 

"Kelompok-kelompok ini harus jadikan satu supaya SOP nya jelas yang harus dibuat oleh pemerintah," katanya. 

Dari GAPKI sendiri lanjut Zaghlul sejak 2017 GAPKI Sumsel telah menggelar pelatihan penanggulangan karhutla yang telah diikuti  266 orang dari 9 angkatan. "Untuk tahun 2020 kami rencanakan bulan Maret pelatihan mulai lagi," pungkasnya. 

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 163