Berita :: GLOBALPLANET.news

BPS Sumsel memaparkan hasil Inflasi-Deflasi periode 2019, Kamis (2/1/2020) (FOTO : Rachmad Kurniawan)

02 Januari 2020 19:25:28 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - BPS Provinsi Sumsel mencatat Inflasi Sumsel secara akumulatif hingga sepanjang tahun 2019 mencapai 2,06 persen. Angka ini jauh di bawah target yaitu 2,5 persen hingga 4,5 persen. Meski demikian harga beberapa komoditi di Sumsel terjaga dan masih terbilang stabil.

Untuk secara bulanan di Desember 2019 inflasi Sumsel sebesar 0,38 persen.

Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, komoditas yang paling berperan dalam Inflasi Sumsel secara tahunan adalah bawang merah dan cabai.

"Angka kumulatif ini turun jika kita bandingkan dengan inflasi secara kumulatif di tahun Desember 2018 yang sebesar 2,74 persen. Masih ada sejumlah PR yang harus kita selesaikan," ungkap Endang, Kamis (2/1/2020).

Sebagai informasi, Inflasi bulanan Provinsi Sumsel tertinggi ada di bulan Juni sebesar 0,55 persen dan terendah di bulan Februari -0,26 persen.

Sementara itu, Kota Palembang menutup akhir tahun 2019 dengan perkembangan inflasi sebesar 0,39 persen pada bulan Desember. Naik dibandingkan dengan Bulan November yakni 0,30 persen

"Sama halnya dengan Sumsel, secara kumulatif perkembangan inflasi kota Palembang adalah 2,06 persen. Year on year dibandingkan inflasi kumulatif adalah 2,78 persen," katanya.

Adapun kelompok bahan makanan adalah yang paling berperan pada inflasi Palembang. Inflasi pada kelompok makanan sebesar 1,31 persen dan menyumbang andil inflasi secara umum sebesar 0,29 persen.

Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya inflasi pada kelompok ini, adalah telur ayam ras, naik harganya rata-rata sebesar 16,11 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,100 persen, bawang merah naik harganya rata-rata sebesar 14,38 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,081 persen.

Beras mengalami rata-rata kenaikan harga sebesar 1,26 persen dan tomat sayur naik harganya rata-rata sebesar 17,82 persen, masing-masing menyumbang andil inflasi sebesar 0,042 persen, dan cabe merah naik harganya rata-rata sebesar 4,30 persen menyumbang andil inflasi 0,030 persen.

"Disusul kelompok makanan Jadi, minuman, rokok dan tembakau, inflasi sebesar 0,14 persen dan menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,02 persen. Sisanya Kelompok Rumah Tangga, Kesehatan, Sandang , Pendidikan, dan Jasa masing-masing menyumbang andil inflasi secara umum di bawah 0,04 persen," pungkas Endang.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 307