Berita :: GLOBALPLANET.news

(Ilustrasi: Ist)

06 Januari 2020 08:03:00 WIB

GLOBALPLANET, - Sering intervensi orang lain terhadap persoalan yang kita hadapi membuat hidup semakin runyam. Bukannya menolong, malahan semakin membuat kita menderita. Luka kecil yang sudah ada sering berubah menjadi luka besar yang menyakitkan.

Suatu pagi, seekor burung pipit masuk ke dalam sebuah kelas. Burung pipit itu berusaha keluar dari kelas itu, namun ia tidak bisa. Ia tidak tahu jalan yang terbuka baginya untuk keluar. Beberapa kali ia menabrak jendela-jendela. Akibatnya, sejumlah bulu-bulu kecilnya tercabut dari tubuhnya.

Melihat burung pipit yang hampir kehabisan nafas, seorang murid berusaha menangkapnya. Namun setiap kali ia mendekati burung itu, ia tidak mampu menangkapnya. Burung itu terbang kembali dengan beberapa kali menabrak jendela yang tertututp. 

Melihat hal itu, Sang Guru bertanya, “Mengapa kamu tangkap burung itu?”

Murid tersebut menjawab, “Setelah berhasil kutangkap, akan kulepas, Guru. Kasihan dia tidak dapat keluar.”

Sang Guru tersenyum dan berkata, “Yang perlu kamu lakukan hanyalah buka semua jendela dan pintu. Dia akan terbang keluar. Usahamu untuk menangkapnya mungkin malah akan mencelakakannya.”

Setelah semua jendela dan pintu kelas dibuka, burung itu terbang dengan bebas keluar.

Sang Guru berujar, “Demikian pula menghadapi orang yang terjebak dalam kesesatannya. Yang perlu kamu lakukan hanyalah membuka jalan untuk hidup benar bagi dia dan biarkan dia menemukan jalan kebebasannya.”

Bantu Cari Jalan Keluar

Banyak orang berusaha untuk mencampuri urusan orang lain. Padahal belum tentu orang senang terhadap hal-hal seperti ini. Banyak orang ingin menyelesaikan persoalan-persoalan mereka sendiri. Banyak orang tidak ingin orang lain ikut nimbrung terhadap urusan-urusan mereka. Mengapa? Karena hal ini mengganggu bahkan tidak menyelesaikan masalah yang ada. 

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa menghargai privasi orang lain. Jangan begitu saja kita mengintervensi ke dalam persoalan orang lain, sehingga tidak menambah runyam suasana. Sang guru bijaksana itu menasihati muridnya agar tidak membuat luka yang mendalam terhadap burung pipit itu. Tugasnya cuma memberi jalan, agar burung itu bisa melepaskan dirinya dengan selamat.

Apa yang mesti kita buat terhadap orang-orang yang bermasalah dengan hidup mereka adalah mencarikan jalan keluar. Sering ketika orang mencampuri urusan atau masalah orang lain, menjadi tidak karuan. Luka yang sudah ada sering lebih besar menganga. Terasa lebih sakit.

Karena itu, orang beriman mesti memberikan kebebasan kepada sesamanya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang mereka hadapi. Tidak perlu kita mengintervensi kehidupan privasi orang lain. Dengan demikian, bantuan kita akan sangat bermanfaat bagi kebahagiaan orang lain. Tuhan memberkati. ** 

 

 

Frans de Sales SCJ

 

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 132