Berita :: GLOBALPLANET.news

14 Januari 2020 13:22:34 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Jalan Lintas Timur di Sumatra Selatan seringkali diberitakan mengalami kerusakan parah hingga memicu kemacetan parah, terlebih jalan lintas di Batas Palembang-Betung hingga Jambi. Namun pada 30 Desember 2019 lalu, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V sudah melakukan kontrak kerja dengan kontraktor untuk perbaikan jalan tersebut.

Ada tiga proyek yang sudah ditandatangani untuk perbaikan Jalintim batas Palembang hingga batas Jambi. Yakni paket pertama Batas Kota Palembang-Betung sejauh 55,8 km dengan panjang efektif 21,08 km, dana Rp124 miliar yang dikerjakan PT Wasko.

Paket kedua, Betung--Sungai Lilin-Peninggalan sejauh 77,74 km dengan panjang efektif 36 km, dana Rp209,6 miliar yang dikerjakan PT Adi Karya. Paket ketiga, Peninggalan--Batas Jambi sejauh 90,15 km dengan panjang efektif 39 km, dana Rp193 miliar yang dikerjakan PT Yasa Patria Perkasa.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah I Provinsi Sumsel Dedy Mandarsyah mengatakan, setelah dua tahun proyek pengerjaan jalan Betung-Batas Jambi mengalami gagal kontrak akhirnya paket pengerjaan jalan ini disetujui oleh pemerintah pusat dengan target selesai 30 Desember 2020.

“Yang jelas waktunya sangat terbatas, karenanya kami ingin di beberapa titik saat mudik lebaran jalan ini sudah diperbaiki. Kami berharap Maret, sudah bisa pengaspalan dan overlay untuk beberapa titik,” kata Dedy.

Ia mengatakan ketiga paket pekerjaan itu sudah dikerjakan oleh pihak kontraktor sejak Januari 2020, dan saat ini sedang tahapan rekayasa lapangan untuk rekondisi pekerjaan. “Ketiga paket pekerjaan ini serentak dikerjakan karena kami dikejar waktu, dan bakal dihadapkan pada medan jalan yang berat,” kata dia.

Menurut Dedy, perbaikan jalan lintas timur ini menjadi tantangan tersendiri karena padatnya lalu lintas di kawasan tersebut. Jalan lintas timur ini menjadi satu-satu akses transportasi antar provinsi antara Sumatra Selatan menuju Jambi.

Saat kerusakan parah terjadi pada 2017 akhir, waktu tempuh Palembang--Jambi mencapai 14 jam dari seharusnya sekitar 6-7 jam.

Terkait perbaikan jalan ini, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terlalu menyebabkan kemacetan. “Kami juga meminta masyarakat untuk bersabar selama pekerjaan ini, seperti diketahui bahwa kawasan tersebut rawan kemacetan, terutama di titik-titik yang cukup parah kerusakannya yakni di Bayung Lincir dan Sungai Lilin (Musi Banyuasin),” kata dia.

Kontrak kerja perbaikan jalan lintas timur Palembang hingga perbatasan Jambi sebelumnya gagal kontrak hingga empat kali sejak tahun 2017. Akibatnya, perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara maksimal karena hanya menggunakan dana transisi sekitar Rp30 miliar untuk sebatas membuat jalan tetap fungsional.

Dua tahun tanpa penanganan, diakui Dedy kondisi jalan mengalami kerusakan cukup parah. Khusus di Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, pemerintah akan melakukan pengecoran kurang lebih sejauh 2 km karena jalan sudah berlumpur. Sedangkan jalan dari Palembang--Betung, pemerintah akan melebarkan jalan sejauh 1 km dimulai dari KM 14.

“Kami menargetkan 2020 ini jalan nasional di wilayah kita dalam kondisi mantap dan dapat dilewati nyaman oleh pengendara,” tandasnya.

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 136