Berita :: GLOBALPLANET.news

Dandim 404, Kapolres PALI, Sekda saat meninjau kesiapan peralatan dan tim gabungan siaga bencana Kabupaten PALI, Selasa (14/1/2020). (Foto: Eko Jurianto)

14 Januari 2020 15:14:08 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI di Sumsel menyatakan siaga penuh menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor. Ratusan personel dikerahkan dan peralatan disiapkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI Junaidi Anuar mengatakan, sebagai bentuk kesiapsiagaan digelar pasukan dan peralatan penanggulangan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung yang dilaksanakan Selasa (14/1/2020) di lapangan terbang ex Stanvack Kelurahan Handayani Mulya.

"Kita telah membentuk tim sesuai instruksi Bupati PALI dalam penanggulangan bencana. Karena menurut BMKG curah hujan tahun ini bakal lebih tinggi dari tahun sebelumnya," ungkapnya.

Untuk melihat sejauh mana kesiapan personel penanggulangan bencana, dikatakan Junaidi, apel kesiapsiagaan yang dihadiri Letkol Inf Syafruddin, Dandim 0404 Muara Enim PALI dan Prabumulih (MPP), Sekda PALI Syahron Nazil juga sejumlah Kepala OPD dan FKPD di lingkungan Pemkab PALI digelar. 

"Tim ini terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Tagana dari Dinsos, PSC 119 dari Dinkes, RSUD PALI, SatpoL-PP dan OPD terkait lainnya yang jumlahnya ada 440 personil. Pada giat ini kita bisa melihat sejauh mana kesiapan personel dan peralatan yang ada," katanya. 

Sementara itu, Dandim 404 MPP Letkol Inf Syafruddin yang saat apel didaulat sebagai pimpinan apel menyebut bahwa dalam penanggulangan bencana ada tiga strategi. 

"Yang pertama adalah personel yang tangguh, kedua peralatan yang lengkap dan terakhir adalah koordinasi. Dalam penanggulangan bencana, perlu paradigma baru agar meminimalisir korban serta kerugian materi," kata Dandim. 

Tim penanggulangan bencana juga telah memetakan daerah-daerah rawan bencana di PALI. Dijelaskan Dandim, PALI memiliki wilayah yang berada persis di hilir Sungai Lematang, dan daerah itu sangat berpotensi terjadinya banjir dan longsor. Daerah yang rawan bencana  ada di Kecamatan Tanah Abang 10 desa, 4 desa ada di Kecamatan Penukal Utara, 2 desa di Penukal, 2 desa di Abab dan ada 5 titik Talang Ubi.

"Dalam menangggulangi bencana, perlunya mendirikan posko dan menyiagakan pelayanan kesehatan," pungkasnya.

Reporter : Eko Jurianto Editor : Zul Mulkan 189