Berita :: GLOBALPLANET.news

23 Januari 2020 08:42:44 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Kucuran anggaran untuk pembangunan di desa dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun ini meningkat, yakni mencapai Rp 422 miliar. Dana tersebut bersumber dari alokasi dana desa, dana lelang lebak lebung dan dana desa (DD).

Besaran dana tersebut, diharapkan bisa digunakan sebaik mungkin oleh para kepala desa untuk menjalankan program pembangunan di desanya, baik pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat. Demikian diungkapkan Bupati OKI, H Iskandar, SE kepada seluruh kepala desa se- Kabupaten OKI saat membagikan SK besaran dana bagi hasil lelang lebak lebung, ADD dan DD tahun 2020, Rabu (22/1/2020) di pendopo rumah dinas Bupati. 

Menurut Iskandar, penggunaan dana desa ke depan akan dibalik. Dimana program pemberdayaan masyarakat porsinya lebih besar dari program pembangunan infrastruktur.” Porsi program pemberdayaan masyarakat 70 persen dan 30 persen infrastruktur,”kata Iskandar.

Hal ini sesuai arahan presiden Jokowi, karena selama ini program infrastruktur telah dilakukan, sekarang giliran pemberdayaan terhadap masyarakat, melalui BUMDes sehingga ekonomi di pedesaan meningkatkan, dan masyarakatnya sejahtera.” Ini upaya untuk mengentaskan kemiskinan,”ujarnya.

Bupati mengatakan, meningkatnya anggaran dana desa, tidak menutup kemungkinan jika nantinya setiap desa menerima Rp 2 miliar.”Dulu pernah saya katakan, bahwa akan tembus Rp 1 miliaran lebih, ternyata benar. Nah bukan tidak mungkin nantinya bisa Rp 2 miliar,” kata Iskandar, dan kades pun merasa senang.

Oleh karena itu, bupati berpesan agar para kades bisa menggunakan dana desa dengan seefesien mungkin, sesuai juklak dan juknis.”Kalau digunakan sesuai juklak juknis yakin tidak ada permasalahan,”ujarnya meyakinkan para kades.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan  Masyarakat  Desa (PMD) OKI,  Hj Nursula SSos merincikan, besaran dana desa yang bersumber dari dari APBN. Dana Desa  yang digelontorkan sebesar Rp 296 miliar lebih diperuntukan 314 desa, Anggaran  Desa Rp125 miliar lebih dibagi untuk kades, BPD jaminan  pemeliharaan kesehatan perangkat desa sebesar Rp110 miliar lebih.

Alokasi dana desa fisik sebesar Rp15.172 miliar lebih. Ditambahkannya,  ADD fisik pembangunan mengalami penurunan akibat implemantasi peraturan  pemerintah  dimana gaji perangkat desa di samakan dengan gaji golongan II PNS." Sehingga pembagunan fisik mengalami  penurunan, "bebernya. 

Dana bagi hasil pajak dan lebak lebung diperuntukan 314 dan 13 kelurahan sebesar Rp 8.3 miliar lebih. Pelaksanaan penggunaan dana alokasi  masih melakukan  penyaluran dari rekening kas umum di salurkan kas desa di BSB bertahap untuk pembiayaan pemerintahan desa, pemberdayaan  desa dan bidang tak terduga berlandaskan berdasarkan prioritas.

Dana desa 2020 tahun keenam pelaksanaan  proses dari kas umum negara di transfer 314  kas desa dilakukan secara tiga tahap I 40 persen Januari - Juli,   Tahap II 40 persen pada Maret minggu - minggu  ke empat Agustus, kemudian tahap ke III sebesar 20 persen juli.

Prioritas  pembangunan  desa sesuai dengan Kementerian Desa emendes 2020  prioritas  pembagunan sesuai musyawarah mufakat  masyarakat. 

Program membangun OKI dari Desa menunjukkan berbagai capaian cukup mengembirakan salah satunya pengentasan desa tertinggal.

Saat ini tambah dia, infrastruktur dan perekonomian masyarakat desa sudah jauh lebih baik dibandingkan periode-periode sebelumnya. 

"Indikator desa tertinggal itu antaralain masalah akses, infrastruktur juga ekonomi. Kini semua sudah jauh lebih baik," ungkap dia.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 756