Berita :: GLOBALPLANET.news

Tiga orang pemenang urun data yang memperoleh skor tertinggi dalam urunan data tutupan lahan sumsel putaran kedua. (Foto: M Rohali).

30 Januari 2020 12:59:44 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Setelah sukses mendukung urunan data tutupan lahan sumsel putaran pertama dan kedua pada tahun 2019, kali ini anak muda (Milenial) kembali diajak untuk mendukung upaya restorasi hutan dan lahan melalui kegiatan urunan data potensi restorasi nasional. Meski sudah dimulai pada November 2019 lalu, kegiatan ini masih membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat hingga maret 2020 mendatang.

"Saat ini kami butuh 1,8 juta interpretasi dari seluruh masyarakat, khususnya mahasiswa/i untuk menjadi #PahlawanData. Hasil urun data ini akan dijadikan dasar pemetaan potensi restorasibyang dapatvdigunakan olehbpemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan kebijakan restorasi yang tepat guna, " ujar Hidayah hamzah, M.Sc selaku manajer proyek RESTORE+ untuk WRI Indonesia dalam acara lokakarya identifikasi potensi restorasi bentang lahan dengan pedekatan urun daya di Hotel Emilia Palembang, Kamis (30/1/2020).

Cara berkontribusi dalam kegiatan ini sangat mudah, para pengguna hanya perlu memilih jawaban "Ya" , "tidak" atau "Tidak Yakin" dari pertanyaan dan gambar citra yang disuguhkan dalam aplikasi urundata.  Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis lewat playstore. 

Tidak hanya berkontribusi kongkret pada pembangunan nasional, namun #PahlawanData dengan skor tertinggi juga berkesempatan untuk mengikuti program magang bersama konsorsium RESTORE+.

Dalam lokakarya tersebut juga diumumkan tiga orang #PahlawanData, yang memperoleh skor tertinggi dalam urunan data tutupan lahan sumsel putaran kedua, yakni Succi Zwari dari Stiper Sriwigama, Arly Tosa Pratama dari Universitas PGRI  dan Agus Saputra Hutagaol dari Stiper Sriwigama.

"Kesempatan magang bersama konsorsium RESTORE+ memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar lebih banyak tentang kegiatan restorasi hutan dan bentang alam," ujar Dr. Dewi Meidalima, SP, MP Ketua LPPM STIPER Sriwigama. 

Sebelumnya pada tahun 2019 sebanyak lebih dari 600 mahasiswa di sumsel sudah dilakukan urun data dan sudah berhasil mengumpulkan 1 juta interprestasi data citra satelit. 

Data yang dikumpulkan sudah memiliki kualitas yang baik dengan nilai akurasi sebesar 77 persen. Nantinya, Seluruh data tersebut akan diolah oleh tim #RESTORE+ menjadi gagasan bagi perencanaan retorasi bentang lahan nasional. 

 

Reporter : Ali Editor : M.Rohali 295