Berita :: GLOBALPLANET.news

07 Februari 2020 17:44:01 WIB

MEDAN, GLOBALPLANET - Pembangunan di segala bidang antarwilayah di Kota Medan cukup timpang, terutama antara Medan Utara dan Medan Kota. Bahkan, untuk tingkat pendidikan, jumlah anak putus sekolah di kawasan Medan Utara cukup tinggi.

Karena itu, menurut pemerhati sosial sekaligus wartawan senior di Kota Medan, Otti S Batubara, kepada para wartawan di Medan, Jumat (7/2/2020), pemerintah kota (Pemkot) Medan didorong untuk mendirikan sekolah khusus bagi anak nelayan. 

Sebab, kawasan Medan Utara, kata Otti, khususnya Belawan, merupakan kawasan pelabuhan dan pusat nelayan di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

"Ini bisa menjadi langkah konkrit pemerintah untuk mencegah anak putus sekolah di Medan Utara. Kita tahu pada 2019 lalu angka putus sekolah di Belawan mencapai 1.800 anak. Ini miris," kata Otti.

Otti mengaku fakta jumlah anak putus sekolah yang mencapai 1.800 anak di tahun 2019 sudah disampaikannya dalam sebuah diskusi  yang digelar oleh Gerakan Medan Berkah (GMB) pada hari Kamis (6/2/2020).

Sebagai informasi, GMB adalah sebuah gerakan dan kegiatan yang digagas tokoh muda Kota Medan Bobby Nasution. Bobby diketahui adalah menantu Ir Joko Widodo, Presiden Indonesia saat ini.

"Diskusi yang diadakan GMB ini mengangkat tema 'Meneropong Pendidikan Anak Nelayan Tradisional di Kota Medan," tegas Otti.

Reporter : Hendrik Editor : Zul Mulkan 135