Berita :: GLOBALPLANET.news

Proses Sertijab Kepala Perwakilan BI Sumsel dari Yunita Resmi Sari ke Hari Widodo. (Foto: Rachmad Kurniawan)

14 Februari 2020 15:46:18 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - . Hari Widodo secara resmi menduduki jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel setelah menggantikan Yunita Resmi Sari. Pengukuhan tersebut disaksikan oleh Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto.

Erwin Rijanto berharap Kepala Perwakilan BI Sumsel yang baru harus tetap menggali sumber ekonomi yang baru bahkan yang lebih jauh mengenai pariwisata dan ekonomi syariah. 

"Kita sebagai negara muslim menyediakan produk global value change, kita menciptakan produk halal termasuk pariwisata halal. Pesan khususnya kemarin pesan khusus kemarin sudah dilakukan bu Sari itu baik sekali dari perbankan kemudian stakeholder dan diteruskan lagi dengan pak hari," tuturnya.

Pihaknya menilai pertumbuhan ekonomi Sumsel sudah tergolong sangat baik lantaran terbukti mencatatkan angka di atas nasional. Di mana pertumbuhan ekonomi pada 2019 lalu sebesar 5,71 persen sementara nasional sebesar 5,02 persen.

Meski demikian, Sumsel perlu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan yang berlangsung pada tahun ini. 

“Kondisi global saat ini setelah adanya perbaikan, hadir pula virus corona yang membuat ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi regional juga perlu dijaga karena itu menggambarkan pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.

Sementara Kepala Perwakilan BI Sumsel Hari Widodo menuturkan, untukbpengembangan ekonomi syariah di Sumsel memiliki dua pondok pesantren salah satunya pesantren Nurul Huda di OKU Timur untuk mengembangkan peternakan ayam. Dan di Palembang yakni Ponpes Muqimus Sunnah di Kelurahan 27 Ilir untuk kemandirian ekonomi.

"Tahun ini target kita ada 5 Ponpes yang kita bantu usahanya. Saat ini BI sedang melakukan pemetaan mana saja Ponpes yang punya unit usaha yang berpotensi untuk dikembangkan sehingga berdampak pada kemandirian ekonomi," jelasnya.

Ditanya soal target inflasi, Hari menyebutkan BI Sumsel memiliki target inflasi naik 3+1 persen untuk inflasi bahwa pertumbuhan ekonomi 5,71 sesuai BPS kemudian inflasi 2,08 kombinasi secara makro ekonomi tinggi dengan inflasi rendah. Meskipun secara historis pertumbuhan ekonimi tertinggi di Sumatera 3 tahun berturut-turur, namun sedikit terhambat pada 2019. Ia optimis bahwa tahun 2020 akan tumbuh lebih baik.

"Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan di range 5,7 sampai 6,1. Sektor tiga besar pertambangan, penggalian, pengolahan pertanian perikanan. Didorong sektor lain dan pariwisata 2 persen, angka ini mestinya ada room untuk bisa kita tingkatkan," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 42