Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala Badan Kesbangpol Muba Soleh Naim bersama Kabag Ren Polres Muba Kompol Iwan Wahyudi saat menjadi pembicara dalam FGD dengan tema Pencegahan Perkembangan dan Pengaruh Radikalisme di Muba. (Foto: Amarullah Diansyah)

14 Februari 2020 16:02:26 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muba Soleh Naim, mengatakan, salah satu upaya untuk menangkal penyebaran paham radikalisme yakni bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos).

Sebab, media sosial saat ini menjadi salah satu alat bagi orang atau kelompok tertentu untuk menyebarkan paham radikalisme yang dapat mengganggu stabilitas keamanan negara.

"Kita tidak bisa menyalahkan perkembangan teknologi. Pemanfaatan secara baik sangat berguna untuk penyampaian informasi. Sekarang tinggal bagaimana person atau kelompok menyikapinya dalam penggunaan," ujar Soleh Naim saat dibincangi usai acara FGD dengan tema Pencegahan Perkembangan dan Pengaruh Radikalisme di kabupaten Muba, di Aula Alex Noerdin Mapolres Muba, (14/2/2020).

Dalam pemanfaatan media sosial, sambung dia, masyarakat harus dapat menilai dan memilih setiap konten atau berita secara bijak, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam meneruskan suatu informasi.

"Media sosial saat ini sangat berpengaruh, begitu tidak suka terhadap satu hal langsung disebarkan. Itu jangan terjadi, marilah kita bijak dalam bermedia sosial," ajak dia.

Paham radikalisme sendiri, sambung Soleh, memiliki ciri-ceri sering melakukan penolakan terhadap kebijakan politik dan dilakukan secara terus menerus dan menuntut perubahan drastis yang diinginkan terjadi. Dimana penganut paham radikalisme memiliki tanggapan bahwa semua pihak yang berbeda dinilai salah

"Munculnya radikalisme disebabkan beberaoa faktor, diantaranya pemahaman agama, perkembangan sosial politik, emosi keagamaan, faktor kultural, ideologi anti westrenisme, pergaulan bebas, dan kebijakan pemerintah. Penyebab akut munculnya radikalisme, antara lain adanya krisis identitas, keterasingan secara sosial, minimnya kondisi ekonomi dan lapangan pekerjaan," terang dia.

Dimana terdapat proses doktrin yang dilakukan pihak atau kelompok kepada seseorang agar mengikuti paham yang diyakini paling benar. Dimana proses doktrin tersebut dimulai dengan pendekatan, perekrutan, pembaitan, pembinaan, lalu penggalangan dana yang berujung pada aksi bisa berupa pembunuhan perampokan hingga aksi bunuh diri.

"Untuk melakukan pencegahan yakni memperkuat sinergi seluruh elemen, seperti mengikuti pengajian dan dakwah yang benar, meningkatkan pemahaman Pancasila dan UUD 1945 dan melakukan kegiatan positif," jelas dia.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, melalui Kabag Ren Kompol Iwan Wahyudi mengatakan radikalisme harus dideteksi dan dicegah sejah dini karena paham tersebut sangat berbahaya. "Kita terus melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap paham radikalisme," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 237