Berita :: GLOBALPLANET.news

Korban Zumarik tergeletak tak bernyawa di area perkebunan kelapa sawit warga. Korban diduga tewas usai menyentuh perangkap babi yang dipasangi aliran listrik. (Foto: Istimewa)

17 Februari 2020 19:17:00 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Jeratan yang dialiri listrik untuk menyetrum hama babi di kebun sawit warga malah menelan korban jiwa manusia. Zumarik (30) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba tewas kesetrum jeratan babi yang dialiri listrik.

Korban Zumarik ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (17/2/2020) di kebun milik warga bernama Sukoyo di Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lencir.

Kapolsek Bayung Lencir AKP Jon Roni Hasibuan, mengatakan, korban bersama rekannya Sunarto berboncengan mengendarai sepeda motor dari Desa Wonorejo untuk berburu mencari burung di kebun sawit Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Muba. 

"Keduanya berangkat Minggu (16/2) sore, setibanya di lokasi, korban menyuruh Sunarto menunggu di motor sementara korban sendiri masuk ke dalam kebun untuk berburu mencari burung," ujar Roni.

Sampai tengah malam, sambung dia, korban tidak kunjung kembali. Sunarto pun curiga dan meminta pertolongan warga sekitar untuk membantu mencari rekannya. Pencarian pun dilakukan dan baru membuahkan hasil esok paginya, dimana korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

"Kita sudah lakukan olah TKP, hasilnya ditemukan luka bekas sentrum di bagian tangan kanan dan jari tangan jempol kiri dan jari kaki jempol kanan bekas kena sentrum. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD bayung Lencir, pihak keluarga sendiri menolak dilakukan autopsi lalu jenazah korban kita serahkan kepada pihak keluarga," jelas dia.

Selain melakukan olah TKP, lanjut Jon, pihaknya juga melakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk pemilik kebun. "Masih kita lakukan penyelidikan," kata dia.

Sekdes Mendis Jaya, Catur mengatakan korban merupakan warga Desa Wonorejo. "Diduga dia berburu mencari ayam hutan, kesetrum alat setrum babi, pemilik alat setrum kurang tahu siapa," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Zul Mulkan 183