Berita :: GLOBALPLANET.news

Tim pengamanan perusahaan GPT melakukan pengecekan jejak kaki yang diduga harimau. (Foto: Ist)

18 Februari 2020 11:21:00 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Warga Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel kembali dihebohkan dengan adanya jejak kaki diduga harimau di perumahan Karyawan PT Gutrie Peconina Indonesia (GPI) Karang Ringin Estate (KRE) Desa Karang Ringin II, Kecamatan Lawang Wetan.

Jejak tapak kaki harimau tersebut pertama kali ditemukan warga setempat bernama Ani yang hendak membuang sampah, pada Senin (17/2/2020). Saat ditelusuri jejak kaki tersebut cukup banyak, penemuan itu langsung dilaporkan ke tim pengamanan perusahaan.

Adanya kabar itu, membuat tim pengamanan perusahaan pemerintah Desa Karang Ringin II, Polsek Babat Toman serta Koramil Babat Toman terjun kelokasi untuk melakukan peninjauan. "Saya pun melapor ke tetangga akhirnya heboh, sewaktu diperiksa lebih jauh ternyata jejaknya banyak sampai satpam melihat langsung," kata Ani.

Ani mengaku malam sebelum ditemukan jejak tersebut dirinya curiga karena ayam miliknya ribut sekali. Namun dirinya tidak bisa melihat karena kondisi lampu padam. "Di perumahan tempat kami tinggal ini memang ada kebijakan dari perusahaan kalau malam di atas jam 12 lampu dipadamkan dan dihidupkan kembali subuh," kata dia.

Sementara warga setempat bernama Udin, mengatakan, malam sebelum ditemukannya jejak kaki yang diduga harimau dirinya mendengar suara dengkuran serta diikuti oleh derap langkah kambing berlari. "Saya tidak melihat keluar karena kondisi lampu padam dan sedang tidak enak badan," terang dia.

Kepala Desa (Kades) Karang Ringin II, Wandi membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia pun mengungkapkan belum bisa dipastikan bahwa itu jejak kaki harimau, namun menurutnya masyarakat perlu waspada. "Kalau dari jejak itu belum bisa dipastikan, namun tidak ada salahnya jika waspada," kata dia.

Wandi mengungkapkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait di kabupaten terhadap temuan ini. "Saya tidak mengharapkan ada kejadian lebih lanjut yang membuat resah warga, maka dari itu kami masih terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan juga kepolisian untuk langkah selanjutnya," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Zul Mulkan 379