Berita :: GLOBALPLANET.news

Kuasa Hukum H Alex Noerdin Wisnu Oemar dan Pimred Globalplanet Ocktaf Riady (dua tengah) menunjukkan risalah perdamaian di dewan pers, disaksikan Ahmad Djauhar dan Ridwan Tumenggung (kanan), Senin (17/2/2020). (Foto: Ist)

18 Februari 2020 20:43:00 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Dewan Pers mengapresiasi anggota DPR RI H Alex Noerdin yang menerima permintaan maaf dan perdamaian dengan globalplanet.news. Sikap mantan Gubernur Sumsel dua periode ini, sebagai bukti mendukung kemerdekaan pers yang bertanggungjawab.

Kesepakatan perdamaian antara globalplanet dan H Alex Noerdin tersebut dilakukan di Dewan Pers Jakarta, Senin (17//2/2020). Risalah perdamaian ditandatangani Pemimpin Redaksi, Ocktaf Riady, dan H Alex Noerdin diwakili Kuasa Hukum, Wisnu Oemar SH MH. Sementara, dari Dewan Pers diwakili Wakil Ketua Bidang Pengaduan Ahmad Djauhar. Turut menyaksikan staf khusus H Alex Noerdin, Ridwan Tumenggung.

H Alex Noerdin melaporkan ke dewan pers karena pemberitaan yang menyebutkan Oknum Anggota DPRI minta layanan VVIP. Selain karena pemberitan tersebut perlu diluruskan, pelaporan ke dewan pers membuktikan ketokohan Alex Noerdin yang merupakan penerima Pena Mas 2010 dari PWI.

Seperti tertuang dalam risalah penyelesaian nomor: 22/Risalah-DP/II/2020 tentang pengaduan Alex Noerdin terhadap media siber globalplanet.news, dewan pers menilai berita teradu dalam hal ini globalplanet, melanggar Pasar 3 Kode Etik Jurnalistik, karena menyajikan berita yang tidak berimbang dan beropini menghakimi.

Pengadu (H Alex Noerdin) dan teradu menerima penilaian dewan pers dan sepakat menyelesaikan kasus ini di dewan pers dan menyepakati proses penyelesaian pengaduan sebagai berikut ;

Pertama, teradu wajib melayani hak jawab dari pengadu secara proporsional, disertai permintaan maaf kepada pengadu dan masyarakat pembaca selambat – lambatnya 2 x 24 jam setelah hak jawab diterima.

Kedua, pengadu memberikan hak jawab selambat – lambatnya tujuh hari kerja setelah ditandatangani risalah ini.

Ketiga, Teradu wajib menautkan hak jawab dengan berita yang diadukan, sesuai pedoman angka 4 huruf b peraturan dewan pers nomor 1/Peraturan-DP/III/2020 tentang pedoman pemberitaan media siber.

Keempat, Teradu wajib memuat catatan di bawah berita yang diadukan yang menjelaskan berita bersangkutan dinilai dewan pers melanggar kode etik.

Kelima, teradu wajib melaporkan buikti tindak lanjut risalah ini ke dewan pers selambat – lambatnya 3 x 24 jam setelah hak jawab diunggah.

Keenam, kedua pihak sepakat mengakhiri kasus di dewan pers dan tidak membawa ke jalur hukum, kecuali kesepakatan di atas tidak dilaksanakan.

Ketujuh, pengadu tidak memberikan hak jawab dalam batas waktu pada butir 2, maka teradu tidak wajib memuat hak jawab.

Risalah ini ditandatangani kedua pihak yakni Kuasa Hukum Alex Noerdin Wisnu Oemar, Pemres Globalplanet.news Ocktaf Riady dan Wakil Ketua Dewan Komisi Pengaduan Dewan Pers Ahmad Djauhar. Turut menyaksikan Staf Khusus H Alex Noerdin, Ridwan Tumenggung.

Sebelumnya, globalplanet juga telah meluruskan dan meminta maaf tentang pemberitaan Oknum Anggota DPR meminta fasilitas VIP Bandara SMB II Palembang yang tayang pada Oktober tahun lalu.

Pasalnya, faktanya tidak benar ada oknum anggota DPR RI apalagi H Alex Noerdin yang merupakan tokoh dan panutan Sumsel meminta layanan VIP Bandara kebanggaan wong Sumsel tersebut.

Karena itu, dari lubuk hati yang paling dalam, redaksi globalplanet menyadari dan menyesali pemberitaan tersebut karena sangat merugikan anggota DPR RI, H Alex Noerdin, yang sebelumnya sukses membawa lompatan besar (quantum Leap) saat menjabat Gubernur Sumsel dua periode.

“Untuk itu, selaku pribadi dan Pemimpin Redaksi dari lubuk hati terdalam meminta maaf kepada Bapak H Alex Noerdin. Kami sangat berterimakasih, Pak Alex Noerdin yang merupakan panutan dan sudah kami anggap orang tua sendiri, memberi pelajaran berharga untuk menciptakan kemerdekaan pers yang benar dan bertanggungjawab. Kami juga meminta maaf kepada pembaca atau viewer,” kata Ocktaf.

Dia menegaskan, seharusnya kami melakukan konfirmasi namun tidak dilakukan wartawan. "Karena itu kami juga akan melakukan pembinaan terhadap wartawan kami," ujarnya.

“Kami menyadari pemberitaan tersebut melanggar Kode Etik Jurnalistik. Namun, tidak ada niat buruk di balik pemberitaan tersebut, apalagi mencemarkan nama baik H Alex Noerdin yang merupakan panutan dan sudah dianggap orang tua sendiri. Kami juga meminta maaf kepada pembaca karena menyajikan informasi yang tidak akurat,’’ tegasnya.

Ditambahkan, globalplanet juga sudah menerbitkan berita klarifikasi sekaligus permintaan maaf pada 3 Februari 2020 yang berjudul : “Hoaks, Alex Noerdin Minta Layanan VIP Bandara, Kami Minta Maaf”

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 422