Berita :: GLOBALPLANET.news

Ditres Narkoba Polda Sumsel reles ungkap kasus narkoba dengan menghadirkan sepuluh tersangka yang salah satunya perempuan, Jumat (13/3/2020). (Foto: Andika)

13 Maret 2020 17:40:50 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Ditres Narkoba Polda Sumsel mengamankan 201,61 gram sabu dan 1,729 butir ektasi dalam operasi penangkapan selama 11 Februari hingga 10 Maret 2020. Sepuluh tersangka ditangkap salah satunya perempuan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Isti mengatakan, pengedar narkoba yang ada di Palembang merupakan jaringan internasional, Malaysia, Medan, Riau, dan Aceh. Beberapa pelaku terpaksa ditembak di bagian kaki karena berusaha melawan petugas.

"Satu bandar di kawasan OKI, IS, berhasil kabur ketika akan ditangkap. Kami hanya mengamankan barang bukti senpi Laras panjang dan pendek beserta narkoba pil ekstasi 123 butir," katanya, Jumat (13/3/2020).

Bandar yang lolos ini, ternyata tidak hanya sebagai bandar narkoba di OKI, akan tetapi juga penjual senpi rakitan. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap IS ini. "Kami imbau kepada pelaku, untuk menyerahkan diri. Kami tidak akan berhenti mengejar, bila tidak mau menyerahkan diri jangan salahkan bila kami lakukan tindakan tegas terukur atau tembak ditempat," tegas Heri.

Sementar satu – satunya tersangka perempuan, Nita Apriani alias Puja (31) warga Perumahan Jaka Permai Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang, ditangkap saat mengantar narkoba jenis pil ekstasi bersama empat lelaki lainnya yakni Saidi Mursih alias Adi (39) warga Abi Kusno Cokro Suyoso Kertapati Palembang; M Fajri alias Ucuk (30) warga Desa Sukadarma Jejawi OKI; Febriansyah (25) mahasiswa warga Jalan Soekarno Hatta Siring Agung Palembang; dan Heriyanto (36) Jalan PSI Lautan 36 Ilir Palembang.

Dari tangan mereka polisi mengamankan barang bukti pil ekstasi sebanyak 300 butir dengan logo WB warna oranye. Dari pengakuan Nita, ia hanya diperintahkan untuk mengantarkan ekstasi kepada pemesan.

Tak hanya Nita, kaki tangan dari orang yang memerintah juga ikut untuk mengantarkan narkoba tersebut. "Aku hanya diperintah, belum diupah. Yang menyuruh juga teman, jadi tidak tahu akan diupah berapa," katanya.

Reporter : Andika Editor : Zul Mulkan 269