Berita :: GLOBALPLANET.news

27 Maret 2020 19:24:44 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Meski telah ada satu warga yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Juru bicara Dinas Kesehatan Sumsel Yusri menegaskan, perkembangan virus Corona (Covid-19) di Sumsel tidak Masif.

Hal ini dibuktikan belum ada bertambahnya korban positif corona sejak diumumkan Gubernur Sumsel satu warga positif pada 24 Maret lalu.

Yusri menjelaskan, sejak merebaknya virus Corona yang sekarang dinamakan Covid-19 Dinas Kesehatan Sumsel mencatat hingga saat ini sekitar 400 lebih warga Sumsel masuk ke dalam kategori Orang dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

"Kalau total itu ada 400 an ODP, tapi sekarang tinggal 285 yang dipantau. Perharinya ada sekitar 20 orang ditetapkan ODP. Dari jumlah tersebut, 285 warga masih dipantau sisanya sudah dinyatakan aman. Yusri mengaku jika di rata-rata, perharinya ada sekitar 20 warga Sumsel masuk dalam kategori ODP," jelas Yusri ketika dikonfirmasi, Jumat (27/3/2020).

Yusri menerangkan masyarakat ditetapkan ke dalam ODP merupakan mereka yang memiliki riwayat ke daerah terjangkit dan menunjukkan tanda-tanda seperti batuk dan pilek.

Menurutnya, masyarakat masuk dalam kategori ODP belum tentu akan menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Lantaran kebanyakan ODP setelah dicek ternyata mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hanya saja, sesuai prosedur jika usai dari daerah terdampak memang masuk dalam ODP.

Setidaknya sebanyak 25 orang berstatus PDP di Sumsel. Dimana 8 orang telah selesai pengawasan dan dinyatakan negatif. 15 orang masih dirawat intensif, dan dua orang meninggal dunia dengan satu warga dinyatakan positif Covid-19, sehingga berjumlah 17 orang PDP.

17 PDP yang berada dalam pengawasan tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Sumsel. Diantaranya Palembang ada 5 orang, OKU 4 orang, Musi Banyuasin 2 orang, OKU Timur 2 orang, sementara di Muara Enim, OKI, Pagar Alam masing-masing 1 pasien, dan 1 di Palembang tetapi bukan di RSUP MH Palembang.

Dengan adanya satu warga yang dinyatakan positif corona virus, kota Palembang diakui Yusri otomatis Sumsel masuk dalam kategori zona kuning atau siaga corona.

"Kalau suatu daerah ada kasus positif berarti masuk zona kuning. Berbeda dengan Jakarta dan Jabar sudah masuk zona merah karena sudah banyak positif Covid-19," pungkas Yusri.

Sebelumnya Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku belum mengetahui bahwa Sumsel khususnya masuk zona apa dalam kategori virus corona.

Meski sudah ada korban positif Covid-19, Deru menegaskan untuk menentukan suatu daerah masuk zona apa penilaiannya merupakan wewenang pusat.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 936