Berita :: GLOBALPLANET.news

Terlihat pasien yang hanya ditemani oleh keluarga. (Foto: Ist)

01 April 2020 20:37:51 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Merebaknya virus Corona atau Covid-19 menuntut kehati-hatian semua pihak. Namun kewaspadaan juga harus sesuai prosedur atau protokol dari instansi berwenang. Jika tidak, hanya akan memicu ketakutan dan kepanikan.

Seperti yang diduga dialami seorang ibu muda di OKI Lantaran suhu badannya cukup tinggi ibu muda bernama, Novita (22) warga Desa Tanjung Alai, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diduga ditelantarkan petugas medis di Kayuagung. Akibatnya pihak keluarga pasien memilih agar ibu muda yang hendak melahirkan tersebut dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Kota Palembang.

Peristiwa ini terjadi Senin sore (30/3/2020). Menurut keterangan perwakilan keluarga, Suandi ketika menceritakan hal tersebut kepada wartawan, Selasa (1/4/2020) menjelaskan bahwa keponakannya masuk ke rumah sakit si Kayuagung sekitar pukul 07.00 WIB. Lalu pada siang harinya ketika hendak dioperasi kondisi badan keponakannya panas dan tiba-tiba muncul pembicaraan masalah corona.

"Mendengar ada pembicaraan corona, perawat yang sedang mengurus keponakan saya berhamburan keluar dan meninggalkannya. Sampai akhirnya operasi dibatalkan, kemudian dibawah ke rumah sakit yang ada di Palembang," ungkapnya.

Menurutnya, pihak keluarga merasa tidak senang dengan adanya isu tersebut, karena cerita ini sampai ke desa yang membuat kehawatiran dan kecemasan bagi masyatakat di Desa Tanjung Alai dan desa-desa tetangga. "Bahkan kerabat yang ingin melihatpun jadi merasa takut," bebernya.

Sementara itu, ibu dan bibi pasien, Suhai dan Darnensi yang ketika itu menyaksikan lansung hal tersebut menceritakan bahwa sebelum dilakukan pembiusan saat sebelum operasi anaknya sempat ditanya pernah kemana? Lalu ia menjawab pernah tinggal di Batam dan telah lama pulang yakni pada bulan Desembar 2019 lalu.

"Anak saya ditanya dan menjawab pernah tinggal di Batam, lantaran hamil dirinya disuruh pulang oleh suaminya pada Desember 2019 lalu. Tetapi malah tiba-tiba muncul pembicaraan corona dan seruluh perawat keluar meninggalkan anak saya, tanpa ada yang mau mendekat untuk melihat kondisinya, hanya saya dan kedua adik saya," bebernya sembari menceritakan bahwa dirinya ketika itu menangis.

"Jika anak saya corona sudah lama kami ini mati semua," ungkapnya dengan nada sedih dan kesal.

Dia melanjutkan, lantaran tidak ada kepastian yang jelas terhadap anaknya. Bahakan ada pembicaraan bahwa kemungkinan ibu ataupun anaknya kemungkinan tidak akan selamat. Apabila dilakukan operasi tidak memungkinkan lantaran kondisi badanya yang panas. Akhirnya sekira pukul 5 sore keluarga memutuskan membawahnya ke salah satu rumah sakit yang ada di Palembang dan bahkan untuk memindahkan pasien dilakukan oleh pihak keluarga.

"Setiba di rumah sakit umum Palembang, anak saya sehat dan melahirkan bayi laki-laki secara normal, dengan berat badan bayi seberat 3 kg," jelasnya sembari kesal terhadap apa yang dialami oleh keluarganya.

Sementara itu Diretur RSUD Kayuagung, dr Mirda ketika diwawancara melalui pesan WhatsApp mengatakan, "Maaf bukan penelantaran, ada info yang tidak sinkron dari awal. Pasien sudah direncanakan rujuk namun keluarga masih berembuk sehingga untuk dirujuk. Bukan karena Covid," balasnya singkat.

Reporter : Eko Saputra Editor : Zul Mulkan 4383