Berita :: GLOBALPLANET.news

Ali Fikri, satu dari delapan pelaku perampokan toko emas menyerahkan diri ke Polda Sumsel. Ali takut karena dua temannya ditembak mati. (Foto: Andika)

03 April 2020 16:50:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Mengetahui dua rekannya ditembak mati oleh polisi, Ali Fikri, salah satu pelaku perampokan toko emas di Sungai Lilin menyerahkan diri ke Mapolda Sumsel. Dalam perampokan Ali berperan sebagai eksekutor yang mengacungkan senpi di dalam toko emas Cahaya Murni.

Ali yang merupakan warga Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir ini menyerahkan diri, Selasa malam (3/4/20) dengan diantar oleh keluarganya ke Unit 4 Subdit III Jatanras Polda Sumsel. Pelaku menyerahkan diri lantaran takut ditembak mati.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, bahwa pelaku yang menyerahkan diri ini merupakan pelaku perampokan toko emas menggunakan senjata api.

"Pelaku menyerahkan diri lantaran takut akan ditembak mati oleh anggota polisi, jadi tadi malam ia diantar oleh keluarganya ke mapolda Sumsel. Kalau pengakuannya ia mendapatkan uang Rp 3 juta rupiah," jelasnya, Jumat (3/4/2020).

Jadi masih ada empat pelaku lagi masih DPO dan anggota sudah mengetahui keberadaan mereka. Saya mengimbau agar para pelaku yang belum ketangkap agar segera menyerahkan diri, kalau tidak akan kami berikan tindakan tegas.

Menurut pengakuan pelaku, setelah berhasil merampok mereka berpencar terus Ali melarikan diri ke Bengkulu tempat keluarga. "Dalam aksi sebagai salah satu eksekutor yang menggunakan senpi rakitan yang ditodongkan ke korban. Dalam rekaman kamera CCTV, pelaku juga meminta korban untuk mengeluarkan emas yang ada di etalase kaca toko," kata Suryadi.

Selain itu, agar tak dikenali oleh korbannya tersangka menggunakan penutup wajah, topi dan jaket sweater warna abu-abu.

“Aku sebagai eksekutor, aku bawak senpi rakitan, tapi idak tahu punyo siapo. Aku cuman dipinjami bae. Setahu aku yang pakai senpi rakitan ado wong tigo,” kata tersangka Ali.

Pelaku Ali juga mengaku, yang memiliki ide untuk merampok adalah temannya yang sudah ditembak mati saat dilakukan penangkapan beberapa hari lalu. "Yang punyo ide untuk merapok toko emas Pendi dan Ali Pak. Dio ngomong ado lokak, nak melok dak,” terangnya. Lalu saat beraksi kawanan ini mengendarai tiga sepeda motor dan satu unit mobil yang sudah diamankan sebagai barang bukti.

“Sampai sekarang belum dapat bagian, aku cuma dikasih duit Rp3 juta. Nyerahkan diri karena takut ditembak mati Pak. Aku tahu kalau Ali samo Pendi sudah ditembak mati oleh polisi,” katanya.

Diketahui perampokan ini terjadi Kamis (26/3/2020). Di siang bolong para pelaku berhasil mengambil tujuh kilogram emas dari toko emas Cahaya Murni di Jalan Inpres Pasar Sungai Lilin, Muba.

Jumlah pelaku sebanyak delapan orang. Tiga telah ditangkap lebih dulu, dua diantaranya ditembak mati. Kemudian dengan Ali Fikri menyerahkan diri, maka polisi tinggal mengejar empat pelaku lain.

Reporter : Andika Pratama Editor : Zul Mulkan 594