Berita :: GLOBALPLANET.news

Kalapas Klas II B Sekayu Pudjiono Gunawan saat menunjukkan perubahan di dalam Lapas usai dilakukan renovasi.

13 Mei 2020 14:57:00 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sekayu, Pudjiono, membantah telah terjadi pungutan liar (Pungli) yang dilakukan pihaknya terhadap warga binaan.

Pudjiono mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menjalankan semua aturan yang berlaku dalam pembinaan ratusan warga binaan di dalam Lapas. Dimana warga binaan diperlakukan selayak mungkin dengan berbagai fasilitas yang ada.

"Tidak ada pungli itu, apalagi kekerasan fisik terhadap warga binaan, bisa tanya dengan seluruh warga binaan, silahkan pilih secara random untuk bertanya," Kalapas Sekayu Klas II B Sekayu, Pudjiono Gunawan, Rabu (13/5/2020).

Isu pungli sendiri menyeruak ke publik usai salah satu warga binaan mengeluh terkait pungutan sejumlah uang terhadap para warga binaan dengan alasan untuk rehabilitasi dan pebambahan sejumlah fasilitas di dalam Lapas.

"Kalau dibilang rehab untuk kantor dan lapas pakai uang warga binaan yang kita pungut, itu salah besar. Karena kita memang sudah ada anggarannya sendiri dari Kementerian. Termasuk ada isu dan pemberitaan soal pungli itu tidak benar," jelas dia.

Dikatakan Pudjiono, saat ini pihaknya terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas di dalam Lapas, sehingga dapat dinikmati dan digunakan warga binaan. Seperti, pembangunan sejumlah tempat olahraga, pengecatan blok dan fasilitas umum agar tampak lebih baik, dan lainnya.

"Ada sejumlah program yang kita jalankan, mulai dari luar hingga ke dalam Lapas, seperti renovasi ruang kunjungan, lalu penambahan aplikasi nomor antrian dengan memakai layar sentuh serta verifikasi wajah pengambil nomor, guna menghindari percaloan. Serta penggunaan gelang tag radio frequency identification (RFID) untuk mengawasi aktivitas warga binaan," beber dia.

Sementara, salah satu warga binaan yakni Badri, mengatakan sejauh ini pelayanan di Lapas Klas II B Sekayu makin membaik. Bahkan, pria yang terlibat kasus penggelapan ini mengatakan banyak kegiatan yang didapatnya selama di dalam Lapas.

"Sejauh ini pelayanan di Lapas semakin baik. Banyak kegiatan di Lapas, ada olah raga, kegiatan berjemur, keterampilan, kegiatan agama," kata dia.

Disinggung mengenai adanya Pungli dan kekerasan fisik, Badri mengatakan, sejauh ini dirinya tidak mengalami hal itu, baik diminta sejumlah uang maupun mendapatkan kekerasan fisik. "Tidak pernah dipukul sama sekali, bahkan saya tidak pernah dipegang oleh petugas. Itu juga termasuk pungutan uang, saya tidak pernah diminta pegawai Lapas," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 210