loader

Sadis! Dua Pria Prabumulih Tewas Dibantai di Jalan Umum

Foto

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Pria yang merupakan warga Jalan M Iskandar, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara ini tewas setelah dikeroyok menggunakan senjata tajam oleh para pelaku. Diduga Junaidi terlebih dahulu dihabisi oleh para pelaku sebelum menghabisi nyawa Anang Gondrong.

Korban Junaidi dihabisi oleh para pelaku yang diduga berjumlah tiga orang di Jalan Tower, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, pada Selasa (19/05/2020) sekira pukul 15.00 WIB. Korban menghembuskan nafas terakhirnya saat dilarikan ke Rumah Sakit AR Bunda.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan identifikasi terhadap kedua korban. Polisi juga tengah memburu para pelaku yang telah tega mengeroyok kedua korban hingga nyawa keduanya melayang.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Kompol Alhadi Ajansyah SH didampingi Kanitreskrim Ipda Ferdy SH menjelaskan, pelaku pengeroyokan bersenjata tajam ini diduga berjumlah tiga orang. Aksi pengeroyokan itu terjadi di dua tempat kejadian perkara (TKP).

Sebelumnya para pelaku melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban bernama Junaidi alias Robet di Jalan Tower, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur. Korban dikeroyok menggunakan senjata tajam hingga akhirnya tewas dengan kondisi luka tusuk sebanyak 4 tusukan diperut, 2 luka bacok di tangan kanan, luka bacok di kepala bagian belakang.

Melihat temannya tak berdaya, rekan korban yakni Anang Gondrong berusaha melarikan diri. Namun sialnya para pelaku malah mengejar Anang hingga akhirnya ia pun ikut dikeroyok, tepatnya di Jalan Nias, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Korban tewas di lokasi kejadian dengan kondisi luka bacok di pelipis kanan, luka bacok di pipi kiri, luka tusuk di bahu kiri dan luka tusuk di perut serta luka bacok di tangan kanan.

"Kedua korban sudah dievakuasi dari lokasi kejadian dan diserahkan kepada pihak keluarga. Untuk motifnya belum bisa kita beberkan karena anggota masih mengumpulkan sejumlah keterangan saksi," ujar Ferdi SH.

Sementara itu, Indri (42) istri dari Anang Gondrong mengaku tidak menyangka jika suaminya harus tewas dengan kondisi yang mengenaskan. Menurutnya, sebelum kejadian itu suaminya sempat didatangi oleh Junaidi untuk meminta bantuan menagih hutang kepada seseorang.

"Saya tidak menduga bakal jadi seperti ini. Suami saya dijemput kerumah oleh temannya, katanya mau ditemani menagih hutang. memang suami saya sering bantu temannya untuk menagih hutang. Tapi  seperti ini kejadiannya," ucapnya seraya berharap agar polisi dapat segera menangkap dan mengungkap kasus tersebut. 

Share

Ads