Berita :: GLOBALPLANET.news

21 Mei 2020 17:32:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Pemkot Prabumulih, Sumsel mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Setiap kendaraan diperiksa dan suhu tubuh setiap pengendara dan penumpangnya diperiksa, Kamis (21/05).

Setelah melalui pos pemeriksaan, kendaraan baru diperbolehkan masuk ke dalam kota Prabumulih. Namun jika kendaraan luar daerah, langsung diarahkan melalui jalan lingkar alias dilarang masuk dalam kota.

“Namun untuk kendaraan luar langsung kita suruh memutar dan diarahkan masuk ke jalan lingkar,” ungkap Koordinator Pelaksana PSBB Pemkot Prabumulih, Mulyadi Musa di sela kegiatannya mengatur dan mensosialisasikan penerapan PSBB ke setiap pengendara yang melintas.

Untuk pelaksanaan PSBB, pihaknya selain menyiapkan 17 Check Point di titik-titik strategis dalam kota, juga mulai melakukan pembatasan dan sosialisasi kepada para pedagang di pasar dan pusat keramaian lainnya.

“Ada 17 check point, yang sudah kita siapkan. Masing-masing pos itu sudah disiapkan sebanyak 40 personel gabungan, 20 diantaranya anggota Polri, sisanya dari Pol PP, Dishub, TNI, Dinkes, dan petugas lainnya. Dan itu (pos) beroperasi selama 24 jam dengan dibagi 3 shift,” sebut Staf Ahli Wali Kota Prabumulih ini.

Masih dijelaskan Mulyadi, kegiatan rekayasa atau sosialisasi pelaksanaan PSBB ini akan dilaksanakan hingga menjelang H+2 Hari Raya Idul Fitri atau sesudah lebaran. “Setelah itu, mulai H+2 lebaran, baru pemberlakuan sanksi,” tegas mantan Kadishub Prabumulih ini.

Soal keramaian masyarakat menjelang lebaran terutama di pusat-pusat belanja dan pasar, ditegaskan Mulyadi, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan peringatan terlebih dahulu.

“Seperti pedagang-pedagang barang dan sayuran dari luar kota, dalam penerapan PSBB ini mereka tidak boleh masuk kota jadi, solusinya mereka kita siapkan tempat di terminal untuk melaksanakan bongkar muat barang, itu untuk mobil angkutan barang dari luar,” imbuh Mulyadi.

Bahkan, sambung Mulyadi, pemerintah kota juga telah menyiapkan ratusan lapak bagi pedagang atau agen barang dan sayur yang hendak berjualan di terminal.

“Juga disediakan lapak bagi pedagang di terminal, ada 400 lapak, dan gratis berjualan disana tidak dibatasi, silahkan mau sampai siang,” tambah Mulyadi.

Sebelumnya, Wali kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM meminta para petugas pos check point agar melaksanakan tugas dengan baik. Wako juga berharap dengan penerapan PSBB ini benar-benar dapat memutus rantai penularan Covid-19 di wilayah Kota Prabumulih.

“Dan dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diharapkan sebagai kunci suksesnya penerapan PSBB ini,” harap Ridho, saat meninjau pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Pos Check Point Tugu Air Mancur, Kamis (21/05).

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 356