Berita :: GLOBALPLANET.news

Tetap Ramai Meskipun Dihantui Corona, Pasar Pagaralam Tumpah Ruah. (Foto: ist)

23 Mei 2020 12:39:00 WIB

PAGARALAM, GLOBALPLANET - Sampai saat ini, Kota Pagaralam masih berstatus Zona Hijau atau Zero Covid-19. Meskipun dihantui pandemi virus corona, H-1 Hari Raya Idul Fitri masyarakat ramai membeli kebutuhan lebaran.

Hal ini terpantau dikawasan Pasar Dempo Permai, Pasar Kambing hingga Pasar Sub Agrobisnis Terminal Nendagung. Nampaknya, masyarakat sudah tak peduli lagi akan penyebaran virus corona yang menghantui dunia saat ini. Demikian pantauan GLOBALPLANET.news, Sabtu (23/5).

Sri (56) warga Kelurahan Gunung Dempo mengungkapkan, dirinya terpaksa untuk membeli kebutuhan untuk perayaan lebaran. Namun, meskipun demikian dirinya tetap mematuhi himbauan pemerintah dengan menggunakan masker.

"Besok lebaran, jadi kepasar membeli untuk kebutuhan besok seperti daging dan ketupat," kata Sri.

Untuk kepasar kata Sri, dirinya hanya seperlunya saja. Jika untuk kebutuhan lebaran sudah dibeli dirinya langsung pulang dan tidak berkeliaran dipasar guna menghindari keramaian lebih lama.

"Tetangga pada menyiapkan kebutuhan lebaran. Miniman untuk dimakan keluarga saja. Sebab, untuk bersilaturahmi tidak akan dilakukan keliling kampung," tegasnya.

Senada dikatakan Nur (49) pedagang daging, memang setiap akan lebaran selalu berjualan daging sapi. Awalnya, dirinya tidak akan berjualan karena adanya virus corona. Akan tetapi, permintaan masyarakat banyak seperti sebelum adanya pandemi corona ini sehingga memutuskan untuk tetap berjualan.

Sementara itu, Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni saat mendampingi lawatan Gubernur Sumsel H Herman Deru belum lama ini mengungkapkan  saat ini Pagaralam dapat dikatakan nol penyebaran Covid 19. Karena satu orang yang dinyatakan positif sebelumnya sudah dinyatakan negatif alias sembuh.

" Secara teritorial kita nol karena satu orang kemarin secara adminsitasi positif saat pendidikan di Sukabumi. Seakrang sudah sembuh " jelasnya.

Kondisi Pagaralam zero Covid ini kata Alpian membuatnya sangat bersyukur. Apalagi masyarakatnya masih bisa beraktivitas ekonomi menghasilkan sayur masur dan menjadi pemasok terbesar di Sumsel.

Ia sangat berharap dalam situasi ini  barang-barang dari Pagaralam bisa tetap masuk ke Pasar Induk Jakabaring.meskipun Palembang dan Prabumulih sedang PSBB.

"Harapan kami seperti itu, kami tetap bisa memasok sayur walaupun  jumlahnya mungkin agak berkurang. Sebentar lagi kami juga bersiap panen kopi," tambahnya.

Menurut Alpian, berbagai upaya mereka lakukan untuk menjaga penyebaran Covid agar tidak sampai ke Pagaralam. Termasuk mengecek setiap warga dari perantauan yang pulang kampung akibat PHK dan lainnya.

" Yang paling kami waspadai itu, karena banyak warga kami ini bekerja di Jakarta dan Jawa. Sekitar 2000an orang lebih. Dan ini kami pantau terus waktu puncak kepulangannya April lalu," ujar Alpian.

Reporter : Yayan Darwansah Editor : M.Rohali 995