Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi didampingi Sekda Jumadi memimpin Rapat evaluasi pencegahan Corona, Selasa (26/05/2020). (Foto: Dadang Dinata)

26 Mei 2020 13:03:00 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Angka pasien positif corona bertambah hingga menjadi delapan orang. Pemkab OKU Timur baru menetapkan kabupaten ini sebagai zona kuning.

Demikian diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, S.Sos, MSi didampingi Sekda Jumadi, S.Sos, pada Rapat evaluasi pencegahan Corona  Berlangsung di ruang Bina Praja II, pada Selasa (26/05/2020).

"Dalam penangan kasus Covid-19 harus menurut pemerintah. Hari ini OKU Timur sudah ada delapan orang yang positif terkena corona dan ini transmisi lokal sehingga tentu perlu pencegahan yang serius. 

"Sebelum ada kepastian positif pasien bergaul dengan banyak orang ini yang menjadi permasalahan panjang. Lemahnya menunggu hasil swab sehingga sulit melokalisir pengembangan corona. Kelemahannya saat menunggu hasil tes dan kita tidak bisa berbuat karena RSUD kita tidak ditunjuk sebagai rujukan karena itu saya perintahkan untuk dilengkapi," ungkapnya.

Saat ini OKU Timur tidak lagi zona hijau tapi zona kuning sehingga harus tingkatkan kewaspadaan dan pencegahan yang kongkrit sehingga penyebaran virus ini bisa diminimalisir. "Petugas Satgas harus benar-benar bekerja secara maksimal dengan melibatkan seluruh komponem masyarakat," kata Kholid.

Bupati menambahkan, jangan pernah menganggap virus corona masalah gampang. Keterbukaan masyarakat itu penting. Ini harus dicegah dengan meminimalisir pergerakan masyarakat. Camat harus kerjasama dengan polisi jika ada masyarakat yang melawan untuk diisolasi. 

Sedangkan Sekda Jumadi menambahkan, dengan terjadinya penambahan positif Corona langkah-langkah harus kongkrit, dan pasien harus nyaman. Desa-desa sudah melakukan pencegahan bahkan sudah ada rencana desa melakukan lockdown. Pengendalian tempat-tempat umum diantaranya pasar dan tempat-tempat keramaian juga harus dibahas. "Kita akan melakukan rapid tes secara acak dan tempat serta waktu yang berubah-berubah," ujar Sekda.

Reporter : Dadang Dinata Editor : Zul Mulkan 2576