Berita :: GLOBALPLANET.news

Pembangunan Embung di Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin Sumsel. (Foto: Ist)

28 Mei 2020 18:38:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pembangunan embung untuk sarana dan prasarana penampungan air hujan di Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Lago, di Banyuasin diduga dikerjakan asal-asalan. Proyek baru selesai dibangun sudah retak-retak, pagar besi yang mengeliling tidak kuat, bahkan terpal untuk pelapis dinding embung mengambang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kamis (28/5/2020) proyek dikerjakan CV Satria Bakti didanai Kementrian Desa dan Transmigrasi tahun 2019 yang menelan biaya Rp800 juta. "Kami sudah kroschek ke lapangan, ditemukan ads proyek embung yang dibangun asal-asalan," ujar Iswandi Ketua Relawan Jaya Bersatu (RJB) Banyuasin.

Di desa ini juga dibangun proyek Sumur Bor dan Jaringan Air Bersih, namun RJB menyayangkan bangunan seperti bak penampung untuk jaringan air bersih sudah banyak yang bocor.

Iswandi menyebut pengerjaan proyek oleh CV Satria Bakti yang bersumber dana dari Kemendes dan Transmigrasi tahun 2019 diperkirakan biayanya Rp400 juta. "Dengan kondisi ini, kami menyayangkan pihak instansi terkait tidak melakukan pengawasan yang ketat sehingga pelaksanaan kegiatan dikerjakan asal-asalan," bebernya.

Terkait hal ini, RJB akan melaporkan ke aparat penegak hukum untuk diusut dan meminta pertanggungjawabkan kepada pelaksana proyek.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Roni Utama mengatakan dengan proyek yang dikerjakan kurang maksimal, pihaknya telah melayangkan surat kepada Kemendes agar proyek itu diperbaiki. "Sejauh ini belum ada respon dari mereka, kita minta kerusakan proyek diperbaiki. Sebab itu masih tanggung jawaban mereka," singkat dia.

Reporter : Adi Irawan Editor : Zul Mulkan 579