Berita :: GLOBALPLANET.news

01 Juni 2020 10:51:00 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Setelah selesai masa panen dan pasca banjir, petani di Kecamatan Madang II, OKU Timur bersiap-siap memasuki masa tanam. Ada sebagian yang sudah selesai tanam, ada juga yang sedang melakukan penggarapan lahan.

Meskipun masa tanam tertunda akibat musibah banjir yang membuat bibit padi yang sudah disemai terendam. Namun pergeseran musim tanam tidak membuat petani mengeluh dengan semangat petani beriap menyonsong masa tanam.

Iwan, spetani di Kecamatan Madang Suku II,Senin (01/06/2020) mengatakan, akibat banjir yang melanda belum lama ini sebagian bibit petani yang telah disemai rusak sehingga memaksa petani harus melalukan pembibitan ulang. "Memang ada yang masih melakukan pembibitan karena bibit yang disemai rusak akibat banjir ada petani yang sudah selesai tanam," ungkapnya.

Dalam satu hektar modal yang dikeluarkan petani sekitar Rp10 juta jika seluruhnya dikerjakan orang lain atau diupah. Untuk hasil panen jika kondisi normal bisa mencapai tujuh hingga delapan ton padi. "Dari masa tanam tiga bulan petani sudah bisa melakukan panen tapi jika kondis normal," ujarnya.

Dia juga menambahkan agar hasil panen bisa maksimal petani menggunakan bibit unggul diantaranya ciliwung, ciherang dan infari serta bibit unggul lainnya. Selain itu pemupukan dan penyemprotan pestisida  juga harus dilakukan secara teratur.

Reporter : Dadang Dinata Editor : Zul Mulkan 474