Berita :: GLOBALPLANET.news

Kabid Humas Polda Kombes Pol Supriadi yang didampingi Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji dan Direkttur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Hisar Siallagan, saat press rilis. (Foto: Andika Pratama)

16 Juni 2020 14:54:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kurang dari 2X24 jam, Tim gabungan Polrestabas Palembang dan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, berhasil menangkap dua pelaku penusukan terhadap anggota polisi Aipda Andre Muzakir (39) yang terjadi Minggu (14/6/2020).

Kedua tersangka yakni Rico Candra (25) dan Denis Sejahtera (24), keduanya ditangkap oleh tim gabungan di dua lokasi berbeda yakni di Talang Jambeh dan Gasing Laut. Namun tersangka Denis tewas saat dilarikan ke RS setelah ditembak karena melakukan perlawanan dengan menembaki anggota dengan Senjata V2 saat akan dilakukan penangkapan.

Kabid Humas Polda Kombes Pol Supriadi yang didampingi Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji dan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, tersangka berhasil ditangkap kurang dari 2X24.

Tersangka Dennis dilumpuhkan karena pada saat penangkapan melakukan perlawanan yang saat itu memegang senjata V2 yang dirampasnya dari korban Aipda Andri Muzak saat kejadian. "Saat dalam perjalanan ke rumah sakit tersangka meninggal dunia," kata Kombes Pol Supriadi, dalam press realese, Selasa (16/6/2020).

Penikaman itu ternyata dilatari masalah utang. “Motifnya utang piutang, di mana korban memiliki utang uang dengan salah satu pelaku, saat korban bertugas ikatan dinas di sana (Bangka Belitung -red). Jumlahnya berapa, kita belum tau karena kondisi korban belum stabil,” ujarnya.

Lanjut Supriadi, kasus penusukan anggota Polri ini bermula saat kedua pelaku sudah berada di tempat kejadian perkara yakni di rumah korban sekitar pukul 01.30 Wib.“Jadi antara korban dan kedua pelaku merupakan teman baik semasa bertugas di Bangka Belitung,” kata Supriadi.

Kemudian, sekembali dari bertugas di Polrestabes Palembang, korban membawa nasi bungkus dan ketiganya sempat makan nasi bersama.

Namun di tengah perbincangan tersebut, terjadi selisih paham. Kemudian tersangka RC yang merupakan warga asli Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penusukan hingga mengenai tubuh korban sembilan lubang.

Tikaman senjata tajam tepat berada di bagian dada, perut, dan punggung. Beruntung tusukan itu tidak mengenai organ vital korban.

“Korban saat ini sudah dalam kondisi membaik di RS Bhayangkara Palembang, karena memang tidak ada tusukan mengenai organ vital korban.

Reporter : Andika Pratama Editor : M.Rohali 442