Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto: Ist)

23 Juni 2020 13:47:00 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dalam pengantarnya, Presiden menekankan untuk menggunakan teknologi dan mengoptimalkan struktur pengawasan hingga babinsa dan kepala desa.

“Dari BMKG saya mendapatkan laporan bahwa 17 persen wilayah kita ini mengalami musim kemarau di bulan April, 17 persen di bulan April. 38 persen memasuki musim kemarau di bulan Mei, 38 persen. 27 persen masuk awal musim kemarau di bulan Juni. Dan kemarau di sebagian besar daerah zona ini akan terjadi di bulan Agustus,” ujarnya dalam ratas, Selasa (23/6/2020).

Untuk itu, presiden mengingatkan manajemen lapangan yang harus terkonsolidasi, terkoordinasi dengan baik. Menurutnya, area-area yang rawan hotspot sangat penting manfaatkan teknologi untuk peningkatan monitoring dan pengawasan dengan sistem dashboard.

“Saya lihat seperti kemarin di Riau, Polda Riau saya kira sangat bagus memberikan sebuah contoh dan saya sudah melihatnya langsung dashboard itu bisa menggambarkan situasi di lapangan secara rinci dan detail. Saya kira kalau seluruh wilayah yang rawan kebakaran ini bisa dibuat seperti itu, saya kira pengawasan akan lebih mudah,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, maksimalkan infrastruktur pengawasan sampai di tingkat bawah. Seperti babinsa dan babinkamtibmas serta kepala desa. “Sudah saya minta gubernur, para bupati, wali kota, pangdam, danrem, dandim, kapolda, kapolres betul-betul harus cepat tanggap mengenai ini. Kita tahu bahwa 99 persen kebakaran hutan itu karena ulah manusia baik disengaja maupun karena kelalaian. Oleh sebab itu, penegakan hukum harus tegas dan tanpa kompromi untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 136