Berita :: GLOBALPLANET.news

Sebagian tanaman kopi yang rusak diterjang longsor di Pendopo Empat Lawang. (Foto: Ist)

25 Juni 2020 14:51:53 WIB

EMPAT LAWANG, GLOBALPLANET - Curah hujan yang tinggi di Empat Lawang, Sumsel mengakibatkan longsor. Akibatnya puluhan hektare kebun kopi warga di Kecamatan Pendopo tertimbun longsor dan rusak sehingga petani rugi hingga ratusan juta rupiah.

Selain merugi, petani terancam kehilangan mata pencarian karena hanya mengandalkan kebun kopi. "Ada sekitar 26 bidang dengan total sekitar 40 hektar tanaman kopi yang tertimbun longsor," ungkap warga di Kecamatan Pendopo, Empat Lawang, Waton Fahlevi, Kamis (25/6/2020).

Dipaparkannya, 40-an hektar kebun kopi tersebut berada di areal perkebunan Tematang Ubagh Ulu Tematang Ubagh Ilir, Tematang Gajah, dan Cogong Resmalo  "Sebagian besar petani kopi ini adalah masyarakat Desa Jarakan Kecamatan Pendopo," urainya.

Disampaikannya, berdasarkan penuturan petani kopi yang menjadi korban tanah longsor tersebut, kejadian longsor diperkirakan Minggu (21/6/2020) malam lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Seperti penuturan Sunardi (30) salah satu korban yang kebunnya juga ikut terbawa longsor, malam kejadian itu curah hujan memang cukup tinggi. Sunardi bersama 22 warga di pondok di Talang (pemukiman di tengah perkebunan, red), hanya berdiam diri di pondok masing-masing sambil waspada. 

"Longsoran tanah sudah mencapai halaman Talang. Suara gemuruh hampir tidak ada hentinya. Hampir sebagian penghuni Talang tidak tidur," ungkapnya.

Ketika menjelang pagi, barulah penghuni Talang melihat situasi perkebunan sudah luluh lantak. Suasana tentu saja sangat mengiris hati, bahkan ada yang menangis histeris karena kebun kopi tempat menggantungkan hidup selama ini sudah tertimbun longsor.

Sementara itu, Kades Jarakan Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Tibroni saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Kata dia, ada lebih 25 kepala keluarga (KK) yang terdampak longsor. "Mereka saat ini disuruh meninggalkan lokasi perkebunan untuk menghindari longsor susulan," ungkap Kades.

Apa lagi, tambah Tibroni, ada salah satu Talang di lokasi kondisi tanahnya terlihat retak, tentu sangat berisiko jika mereka tetap tinggal di lokasi perkebunan. 

Dijelaskannya, selama ini para korban biasa bermalam di perkebunan itu, karena memang pencaharian mereka di perkebunan kopi tersebut. Adanya longsor yang meluluhlantakkan perkebunan mereka itu, tentu sangat memukul perekonomian mereka.

"Saat ini saya belum bisa berbuat apa-apa atas musibah ini. Saya segera melaporkan kejadian ini ke bupati, mohon petunjuk dari beliau, langkah apa yang mesti diambil," ucapnya. 

Reporter : Ismail Editor : Zul Mulkan 117