Berita :: GLOBALPLANET.news

Rapat Wakil Walikota Palembang bersama Dinsos dan Satpol PP, (Foto: Ist)

29 Juni 2020 15:17:15 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Menjamurnya gelandangan dan pengemis (Gepeng) dan anak dibawah umur mengharapkan belas kasihan pengguna jalan, sejak Covid 19 melanda mengundang kecurigaan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda.

Fitri mencurigai menjamurnya gepeng dan anak anak jalanan ini, sengaja dikoordinator oknum tertentu mengekspoilitasi untuk meminta minta di jalanan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, besok kita juga akan rapat lanjutan. Kita akan bersama-sama berkoordinasi menanggulangi permasalahan ini, sehingga tidak ada lagi eksploitasi anak yang dilakukan oleh pengemis maupun gepeng yang ada di kota Palembang," kata Fitri usai rapat bersama Dinas Sosial di Ruang Kerjanya, Senin (29/6/2020).

Nah, menjamurnya anjal ini, harus segera ditanggulangi. Fitri juga menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Palembang untuk tidak memberikan bantuan khususnya uang kepada para gepeng yang memang dinilai sengaja, sehingga Perda dan Perwali dapat ditegakan maksimum.

"Tadi juga sudah sempat kita bicarakan, bahwa sepertinya mereka ini ada koordinatornya, oleh karena itu kita juga akan melakukan penyelidikan supaya kita dapatkan betul pentolan-pentolannya," jelas Fitri.

Ia juga menilai, dalam mengatasi hal tersebut, pihaknya tidak hanya akan berfokus kepada para Gepeng dan Anjal, namun para oknum yang dinilai sebagai koordinator itu juga akan diberikan suatu pembinaan khusus.

"Nanti kita akan melibatkan KPAD juga, karena ini ada eksploitasi anak. Langkah utama kita saat ini yaitu berkoordinasi dahulu, besok akan kita rapatkan lagi," katanya.

Di tempat yang sama Kepala dinas sosial kota Palembang, Heri Aprian mengatakan, mereka yang biasa disebut gepeng dan anjal ini memanfaatkan situasi pandemi untuk meminta belas kasihan kepada pengendara yang kerap kali di jumpai di jalanan.

Heri mengaku, sebelumnya dinas sosial sudah melakukan pembinaan kepada anjal dan gepeng dan mengembalikan ke keluarga masing- masing, namun saat ini kembali marak bahkan jumlahnya lebih meningkat.

"Kedepannya pihaknya bekerjasama dengan dinas terkait untuk melakukan pengamanan, bahkan mereka yang berhasiul di amankan akan dikenakan sanksi kurungan badan selama 3 bulan," ujar Heri.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 40