Berita :: GLOBALPLANET.news

Seorang guru honorer tak sadarkan diri setelah terjatuh karena menjadi korban jambret, Selasa (7/7/2020). (Foto: Andika Pratama)

07 Juli 2020 12:16:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Seorang Guru Honorer SD di Palembang menjadi korban jambret di Jalan Makrayu Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II atau tidak jauh dari rumah dinas Kapolrestabes Palembang, Selasa pagi (7/7/2020) sekitar pukul 09:30 WIB.

Berdasarkan informasi dihimpun, diketahui korban bernama Nur Hasanah (32) warga Jalan Burung Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir II Palembang. Saat itu hendak pergi ke Pasar 16 Ilir untuk membeli buku.

Farida (67) ibu korban menceritakan kronologis anaknya menjadi korban jambret, bahwa anaknya mau pergi ke pasar untuk membeli buku untuk anak didiknya di sekolahnya. 

"Kejadiannya si belum tau persis karena anak aku belum banyak cerita, dia langsung mengurus kartu ATM yang dijambret pelaku untuk diblokir. Tapi barang yang hilang tas berisi hape dan uang untuk beli buku dan kartu penting lainya," katanya.

Setelah kejadian tersebut korban langsung diawa ke puskesmas terdekat. Tiba di Puskesmas, korban sempat lupa kalau dirinya menjadi korban jambret. 

"Anak aku itu kaya orang linglung itu pak, soalnya bertanya kepada kami, kenapa Mak aku ini. Dio baru sadar kalau HPnya sudah tidak ada di tangannya," cetus Farida saat ditemui rumahnya.

Farida menambahkan, bahwa anaknya mengalami luka di bagian kepalak belakang dan hidung berdarah. Adapun pelaku diduga dua orang menggunakan sepeda motor.

Menurut keterangan saksi di sekitaran lokasi tepatnya di simpang 3 Jalan Makrayu, pada saat kejadian lokasi memang dalam keadaan sepi. Warga sekitar tidak terlalu tau kalau korban merupakan pelaku jambret mengingat pada saat kejadian yang terlihat korban sudah terjatuh dari motor.

Satu saksi yang melihat yakni Muhammad Arat (17) mengatakan, sebelum terjatuh korban sempat dipukul oleh salah seorang pelaku. "Korban pingsan setelah terjatuh, kami tidak tau kalau korban jambret tapi sebelum terjatuh korban dipukul oleh salah seorang yang berboncengan," kata Arat.

Reporter : Andika Pratama Editor : Zul Mulkan 182