Berita :: GLOBALPLANET.news

07 Juli 2020 16:07:25 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Ratusan pedagang di Pasar Pagi PTM II mendapatkan ancaman dari Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya. Pasar akan ditutup jika pedagang tidak mematuhi protokol kesehatan dan ditemukan hasil Rapid Test reaktif.

Hal ini dilakukan guna mencegah munculnya cluster baru penularan Corona. Pasalnya hal itu akan membuat upaya yang dilakukan selama ini sia - sia. "Patuhi protokol kesehatan di pasar pagi, jika ditemukan lagi pedagang reaktif hasil rapid test, tracking dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) secara rutin nantinya," ujar Ridho.

Sambungnya, hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 tengah mewabah termasuk di Kota Nanas ini.

“Mau tidak mau, pasar pagi kita tutup sementara (Jika ada pedagang reaktif) untuk menghindari penyebaran Covid-19. Prabumulih sekarang ini sudah new normal dan kondusif. Jangan sampai kembali heboh karena adanya kasus baru Covid-19. Itu kita tidak ingin terjadi,” katanya. 

Lanjutnya, pasar pagi memang rawan sekali menjadi cluster baru Covid-19. Karena luasannya dan umlah pedagang yang mencapai ribuan.

“Sudah kita imbau, agar berdagang di Terminal Lingkar. Tetapi, nyatanya banyak pedagang kembali berdagang di pasar pagi PTM II, Pasar Inpres. Makanya, jangan lupa pakai masker, jaga jarak, hindari keramaian, rutin cuci tangan, dan lainnya,” pungkasnya. 

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 88