Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana Gardenta Resto dan New Town Coffee di Palimo Junction. (Foto: Rachmad Kurniawan)

07 Juli 2020 16:23:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kota Palembang kini terdapat tempat tongkrongan baru yang dipastikan kekinian namun tak melupakan identitas Kota Palembang yang konon disebutkan sebagai pusat kerajaan Sriwijaya.

Adalah Gardenta Resto dan New Town Coffee di Palimo Junction di Jalan Kolonel Haji Burlian atau tepatnya KM 5 Palembang yang memulai Soft Openingnya pada 1 Juli 2020, menawarkan konsep taman dengan desain perahu kayu.

Supervisor Palimo Junction Edward Yusrizal mengatakan, pengelola lokasi memang sengaja memberikan suasana yang berbeda dari restoran lain. Apalagi pengunjung saat ini, mencari tempat makan dengan tampilan aksesoris unik.

"Kalau desain kami mengedepankan nuansa Kota Palembang sebagai wilayah perairan yang identik dengan Sungai Musi. Karena Palembang sangat erat dengan sungai. Makanya ada perahu-perahu. Kemudian ada konsep tenda dan lesehan untuk membuat nyaman pengunjung. Kita di sini memilih desain tema taman yang sejuk banyak dikelilingi tanaman hijau," tuturnya, Selasa (7/7/2020).

Meski belum grand opening, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan soft opening untuk memperkenalkan restoran berkonsep pelestarian perairan Kota Palembang. "Kita juga menyediakan spot untuk foto, karena tren sekarang selain menu makanan yang lezat, lokasi juga jadi pertimbangan tamu berkunjung," katanya.

Untuk menu yang tersedia, pihaknya menawarkan ragam makanan nusantara, western bahkan ragam menu khas Kota Palembang. Di Gardenta Resto, ekor ikan tenggiri jadi makanan paling populer. Sedangkan di New Twon Coffee, mie aceh jadi favorit. "Harga masih terjangkau dari Rp30-200 ribu," singkatnya.

Dengan luas 6 hektar, lokasi ini menyediakan ruangan khusus hingga room meeting dengan sistem reservasi dengan kapasitas yang berbeda-beda sesuai batas pemesanan minimum. Contoh jika ingin makan di perahu kayu, minimal order untuk 10 orang atau booking sekitar Rp1 juta.

"Ruangan khusus dan room meeting bagi pengunjung yang ingin melakukan pertemuan membahas pekerjaan ataupun menyelenggarakan event dan acara perayaan," imbuhnya.

Dalam situasi pandemi ini karyawannya yang berjumlah 30 orang menerapkan standar protokol kesehatan dengan memakai face shiled, masker dan sarung tangan. Edward menambahkan, Palimo Junction mulai buka dan melayani pegunjung pukul 07:00 sampai 23:00 WIB 

"Situasi pandemi kita sudah standar kesehatan, 30 pegawai memakai face shiled, masker dan sarung tangan. Kita juga menyediakan tempat cuci tangan yang banyak," tambahnya.

Hingga selesai dan beroperasional, lokasi Palimo Junction membutuhkan pembangunan selama 6 bulan. Selain menawarkan desain, pihaknya bakal konsisten melayani pengunjung dengan baik. Sehingga tamu tertarik untuk kembali hadir menikmati suasana dan puas dengan kelezatan menu yang tersedia.

"Benar, tidak bisa dipungkiri adanya persaingan, tapi kami yakin kalau pelayanannya berkesan dengan ramah dan makanan kita memang enak, pasti tamu dateng lagi. Untuk tempat, karena unik kita percaya desain perahu kayu dari kayu jati bisa jadi modal ketertarikan pengunjung," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 380