Berita :: GLOBALPLANET.news

Potret Bus Trans Musi yang tak layak operasi. (Foto: Rachmad Kurniawan)

08 Juli 2020 17:31:41 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Perawatan Armada Bus Trans Musi (BRT) ternyata membutuhkan dana yang tidak sedikit bahkan dapat dikatakan fantastis. Namun begitu, tetap masih banyak armada yang rusak berat hingga harus kanibal dengan armada lainnya.

Akibatnya tidak sedikit bus yang hanya terparkir karena rusak di Pool Terminal Alang-alang Lebar. Sementara kemacetan di Kota Palembang tetap saja terjadi, karena warga menganggap Trans Musi belum sepenuhnya menjawab kebutuhan ketika warga harus meninggalkan kendaraan pribadi.

Penelusuran di Terminal Alang-alang Lebar, Rabu (8/7/2020) dari ratusan bus yang terparkir di Pool Terminal Alang Alang Lebar, ada puluhan Bus Trans Musi mengalami kerusakan baik sedang, ringan, hingga berat. 

Sementara diketahui, berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Tahun 2019, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), BUMD yang mengelola BRT Trans Musi, menghabiskan dana pemeliharaan untuk BRT Transmusi sebesar Rp4,83 M. Yang meliputi biaya pembelian sparepart Rp 2,621 M.

Salah seorang pegawai BRT Transmusi yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan, kondisi bus saat ini banyak mengalami kerusakan.

"Kondisi bus rusak beraneka ragam ada yang rusak sedang ada yang parah hingga ringan. Nah, ketika ada bus rusak ringan bisa dibenari karena ada bengkel sendiri, namun jika rusak parah  sering dikanibalkan, ambil sparepart dari bus yang lain," ujarnya.

Sebagai karyawan biasa, ia hanya menjalankan perintah atasan, jika ada mobil rusak lalu diserahkan ke bengkel yang terletak di lokasi terminal itu sendiri. Mengenai apakah ada anggaran untuk pemeliharaan, ia tidak mengetahui secara pasti. 

"Kami hanya menjalankan tugas jika ada perintah. Jika bus rusak itu urusan mekanik, jika tidak bisa diperbaiki lagi, ya diparkirkan saja" singkatnya.

Pegawai BRT Transmusi lainnya, yang juga tida mau disebutkan namanya mengatakan hal serupa, bahwa pemeliharaan bus dilakukan oleh seluruh awak, mulai dari sopir, tukang cuci mobil hingga mekanik.

"Saya tidak mengerti juga, kenapa banyak yang belum diperbaiki, mungkin sparepartnya susah dicari karena mobil luar negeri," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Dirut PT SP2J Ahmad Novan mengatakan, hal seperti itu Direktur Operasional yang tahu. "Kalau itu direktur operasional tahu," ujarnya.

Terpisah Direktur Operasional PT SP2J Anthony Rais  menuturkan, proses pembelian tersebut pihak  keuangan yang tahu.

Sementara itu Bendahara Keuangan SP2J Eta, ketika dihubungi tidak bisa berkomentar ketika ditanya soal ini.

Berdasarkan hasil penelusuran, rincian anggaran perawatan Bus Trans musi yakni, biaya pembelian oli Rp 214 Juta, Pencucian BRT Rp 549 Juta, untuk Overhaule habiskan Rp 76 juta, biaya perlengkapan bus BRT Rp 44 Juta, biaya vulkanisir ban BRT Rp 110 Juta. Kemudian untuk perlengkapan mekanik Rp 56 juta, terakhir biaya Ban BRT sebesar Rp 1,84 Miliar.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 391