Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto: Ist)

10 Juli 2020 09:12:00 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Polres Banyuasin bergerak cepat mengungkap pelaku pembunuhan yang menewaskan EY, seorang guru SD Negeri di Muara Telang, Banyuasin di Sumsel. Pelaku pemuda 18 tahun yang diduga terdorong melakukan pemerkosaan setelah menikmati film porno di ponsel.

Ironisnya, selain bertetangga, pelaku juga mantan murid di sekolah tempat korban bertugas. Pelaku, Ardiansyah (18) ditangkap di Jalur V Desa Marga Rahayu, Muara Telang, Banyuasin beberapa jam setelah mayat korban ditemukan di ember plastik di kamar mandi rumahnya.

“Pelaku ditangkap saat keluar dari rumahnya. Bersama barang bukti dua hape digelandang ke Mapolsek Muara Telang dan pelaku mengakui perbuatannya,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar, Jumat (10/7/2020).

Kapolsek Muara Telang Iptu Gunawan menuturkan, rumah pelaku tidak jauh dari rumah korban, bahkan pelaku adalah mantan murid korban saat di bangku SDN. "Korban dan pelaku saling kenal, sehingga pelaku tahu betul kondisi saat sepi. Kita terus melakukan pengembangan apakah dia sendiri atau ada pelaku lain," pungkas dia.

Diketahui, Kamis (9/7/2020) seorang guru Sekolah Dasar Negeri 11 Muara Telang, Desa Marga Rahayu, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin dtemukan tewas di kamar mandi dengan kondisi mengenaskan. Kepala terbungkus kain dalam ember dan tangan terikat di perut.

Korban Efriza Yuniar alias Yuyun (57) pertama kali ditemukan oleh Juita dan rekan-rekan korban. Janda tanpa anak ini ditemukan di dalam ember ukuran 60 cm dengan kepala di bagian bawah ember terbungkus kain seprei, tangan diikat diperut dan ditutupi pakai karpet yang diikat menggunakan tali rapia.

Ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Muhammad Gani kakak korban menuturkan, ia mendapatkan kabar dari teman-temanya kalau adiknya meninggal dunia dengan kondisi terikat kepala masuk ke dalam ember. Keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal. "Karena melihat tewas adik kami sungguh tidak manusiawi, mudah-mudahan polisi berhasil ditangkap," katanya.

Reporter : Adi Irawan/Andika P Editor : Zul Mulkan 370