Berita :: GLOBALPLANET.news

Komisaris Utama PT PLIP, Jalalludin SE, sebelah kiri saat pengurusan izin di DLH Lahat. ( Foto : Ist)

14 Juli 2020 16:47:17 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Keinginan PT PLIP (Pengelolah Limbah Industri Palembang), yang berencana akan menyulap limbah batubara menjadi conblok dan batako, nampaknya terancam gagal. Pasalnya saat ini perusahaan yang memanfaatkan limbah fly ash, bottom ash alias limbah pembakaran batubara ini, masih tengah berupaya menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan.

Komisaris Utama PT PLIP, Jalalludin SE mengatakan, kondisi perusahaan saat ini belum berjalan, pihaknya tengah berupaya menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang menggunakan bahan baku batubara.

"Baru mengarah kerjasama dengan sejumlah perusahaan. Diharapkan dengan berjalannya rencana ini nanti, selain bisa mengurangi limbah batubara juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar," katanya, Selasa (14/7/2020).

Salah satu perusahaan yang tengah diajak kerjasama yakni, PT Bukit Pembangkit Inovatif, PLTU Banjarsari. Dengan jumlah limbah batubara diatas 3000 ton perbulan, pihaknya berharap bisa ikut mengurangi jumlah limbah tersebut.

"Jika nanti sudah berjalan, untuk awalan akan kita coba sebanyak 1000 ton. Selain sebagai penyuplai limbah, berharap BPI juga bisa menjadi bapak angkat. Saat ini kita masih menunggu keputusan Direksi BPI," sampainya.

Sementara, Kasi LB3 Dinas Lingkungan Hidup Lahat, M Khairul menuturkan, pada dasarnya itu rencana yang sangat baik, karena bisa mengurangi jumlah limbah batubara. Selain BPI, ada juga PLTU Keban Agung. Pada intinya boleh, asalkan seluruh syarat dan izin sudah terpenuhi semua.

"Selama ini limbah tersebut ada yang diambil oleh PT Semen Baturaja. Harapannya memang ada perusahaan pengolah limbah di Lahat, jadi ikut memberikan efek timbal balik pada putra daerah," tuturnya.

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 230