Berita :: GLOBALPLANET.news

Petugas BPBD mengevakuasi sarang tawon dari rumah warga. (Foto: Dok/Hardoko Susanto)

22 Juli 2020 11:15:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Unit Penyelamatan dan Kebakaran (PBK) Prabumulih resmi berubah menjadi organisasi perangakat daerah (OPD) baru bernama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sepanjang 2020, telah berkasi sebanyak 23 kali, namun lebih banyak menghadapi hewan berbahaya seperti tawon dan ular.

Sekretaris Daerah (Sekda), Elman ST MM melalui Kepala Pelaksana BPBD, Sriyono SH dibincangi awak media di ruang kerjanya, membenarkan hal itu. “Tahun ini lebih banyak evakuasi hewan berbahaya ketimbang kasus kebakaran. Data kita, 3 kasus kebakaran dan 20 kasus evakuasi ditangani petugas,” ujar Yono, Rabu (22/7/2020).

Sambungnya, dengan peralatan sederhana dan kemampuan otodidak, pihaknya berhasil melakukan 17 evakuasi sarang tawon dan tiga evakuasi ular berbisa. "Tidak hanya penanganan kasus kebakaran saja, tetapi juga evakuasi juga bisa dilakukan petugas kita. Jika butuh bantuan, segera hubungi petugas kita,” katanya.

Sejauh ini, sambuingnya, BPBD Prabumulih memiliki 46 petugas dengan siaga 24 jam untuk melayani dan menangani kasus kebakaran dan evakuasi hewan berbahaya dan lainnya. “Petugas kita siaga 24 jam, sehari 3 shift 1 regu libur. Dengan mengandalkan 3 unit mobil pemadam dan 1 mobil evakuasi,” tukasnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 125