Berita :: GLOBALPLANET.news

Pemanfaatan Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Grafis (SIG) di sektor Perkebunan dan lahan. (Foto: Ist)

24 Juli 2020 13:19:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemanfaatan Teknologi Informasi (IT) di bidang tata kelola pemerintahan mulai berkembang pesat. Salah satu penerapan cabang IT adalah Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Grafis (SIG).Penerapan SIG ini mesti dikuasai oleh generasi millenial guna memberikan kemudahan dan memperluas metode dalam melakukan penelitian.

Seperti inilah yang ingin dilakukan Laskar Muda Forum DAS Sumsel bersama Forum DAS dan Gapki Sumsel melalui Webinar PETA GIS (Pengenalan Tentang Aplikasi Geographic Information System), Kamis (24/7/2020).

Ketua Umum Forum DAS Sumsel Dr Syafrul Yunardy mengatakan, dari respon yang ada, menunjukan bahwa tema yang diangkat hari ini menjadi kebutuhan bagi mahasiswa/milenial sebagai mempercepat penyelesaian skripsi bagi mahasiswa dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak karena disini banyak yang berasal dari perguruan tinggi, perusahaan, instansi, dinas maupun KPH dan Forum DAS Kabupaten/kota.

"Yang kami lakukan ini merupakan sebagian kecil dari apa yang coba kami perbuat untuk perbaikan kulaitas lingkungan dalam hal ini daerah aliran sungai di Sumsel. Tercatat 235 peserta webinar yang telah mendaftar yang terdiri dari FORUM DAS Provinsi, Laskar Muda Forum DAS, Siswa/i SMA, Pramuka, dan sangat beragam asal instansi lainnya," ujar Syafrul.

Jika selama ini membaca dalam bacaan data ditampilkan dalam dua dimensi atau kita sebut data tabula, maka dalam webinar tersebut akan menampilkan data tersebut menjadi tiga dimensi. Saat ini Forum DAS telah memiliki 2 aplikasi berbasis GIS, yakni
SI PAKAR HUTAN (Sistem Informasi Pemantauan Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan) dan SUMBANGSIH (Aplikasi Sumatera Selatan & Palembang Sehat Indah dan Hijau)

"SI PAKAR HUTAN adalah Aplikasi terkait dengan pemantauan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel sementara SUMBANGSIH
adalah aplikasi yang memiliki kegunaan untuk memetakan tanaman yang dilakukan mahasiswa di lokasi penanaman (Rumah, kebun, fasilitas umum) yang sudah dipetakan dan difoto dengan open kamera dikirimkan lewat smartphone dan bisa dibuka di media virtual dan bisa kita buka di web GIS," tuturnya.

GIS Analyst WRI Indonesia, Rudi Setia menjelaskan, dengan menggunakan GIS sebagai alat penunjang penelitian maka akan didapat keakuratan lokasi gambaran fenomenal bumi dengan perspektif yang lebih baik.

"SIG/GIS ini memudahkan kita dalam menganalisa dan pemrosesan data spasial lebih akurat. Dapat memanipulasi tampilan visual data spasial dalam berbagai skala karena sifatnya fleksibel," katanya.

Untuk mengaplikasikan GIS pada penelitian, ada beberapa langkah yang harus dilakukan diantaranya, mengidentifikasi tipe-tipe data yang dapat digunakan sebagai bahan penelitian, bagaimana cara mendapatkan data serta menentukan metode yang tepat.

"Dalam menentukan format data apa yang harus dipakai dalam penelitian SIG/GIS tergantung dengan apa yang akan diteliti. Jika penelitian Wilayah maka sebaiknya menggunakan format data vektor karena merekam data dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area," jelasnya.

Anung Riyanta, salah satu pengurus GAPKI Sumsel menambahkan, industri perkebunan kelapa sawit juga sudah mulai menerapkan penggunaan aplikasi GIS/SIG. Baik pabrik maupun perkebunan.

"Pemupukan pun sekarang pakai digital respon dari Perkebunan kini banyak yang menerapkan digital. Pemupukan ini sudah dianalisa secara komputerisasi, menggunakan drone dan sebagainya. Buah tandan segar yang biasa di sortir manusia. sekarang juga susah pakai digital berdasarkan scan dari warna dan sebagainya sudah bisa terlihat disitu," tandasnya

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 220