Berita :: GLOBALPLANET.news

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi. (Foto: Andika Pratama)

27 Juli 2020 16:08:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kebiasaan pisau di pinggang dan perilaku senggol basah di Palembang dan Sumsel pada umumnya belum sepenuhnya hilang. Tak jarang hanya karena persoalan sepeleh, sajam berbicara dan nyawa melayang.

Terbaru, Boy Sandi yang meregang nyawa ditusuk temannya sendiri David, pada Minggu (26/72020) di Kota Palembang. Hanya karena uang Rp10.000 dua anak Boy Sandi kini menyandang status yatim dan David, pelaku penusukan harus menghabiskan waktu di penjara.

Untuk itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri mengambil langkah untuk pencegahan dengan mengeluarkan Maklumat mengenai sajam. Maklumat ini lebih spesifik dan dengan tegas akan menindak orang yang sengaja membawa sajam melalui proses hukum.

Terdapat lima poin yang ditekankan Kapolda dalam maklumat yang dikeluarkannya untuk masyarakat. Dengan maklumat ini, masyarakat dapat mengetahui bahwa tidak akan ada lagi toleransi bila kedapatan membawa sajam.

Saat ditemui di ruangannya Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menjelaskan, maklumat ini dikeluarkan Kapolda pada tanggal 26 Juli 2020.

Dikatakan Supriadi masyarakat tidak perlu main hakim sediri dan tidak mudah terpancing emosi. Bila ada masalah lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan dan dengan kepala dingin. "Kalau dulu kan senjata tajam ini untuk menjaga diri karena kan masih sepi dulu, dengan adanya maklumat Kapolda ini masyarakat dapat paham bila membawa sajam itu salah. Masyarakat percayakan dalam pengamanan Kamtibmas, bila memang ada permasalahan bisa diselesaikan dengan mengajak RT, bhabinkamtibmas dan Babinsa. Jangan berpikir untuk membunuh seseorang, karena pasti akan berdampak tidak hanya si korban tetapi juga keluarga pelaku," kata Supriadi, Senin (27/7/2020).

Menurut Supriadi, saat ini pencegahan adalah hal yang lebih penting dikarenakan suatu tindakan itu ada karena niat dan kesempatan.

Hal inilah yang perlu jadi kesadaran seluruh masyarakat Sumsel agar tidak membawa sajam saat bepergian. Selain bisa merugikan diri sendiri juga dapat berdampak pada emosi ketika ada perselisihan.

"Kapolda sudah memerintahkan jajaran untuk lebih mengedepankan patroli dan sosialisasi. Namun, bila tetap tertangkap, akan diberikan tindakan tegas bagi pelaku yang sudah membahayakan nyawa orang lain dengan membawa sajam," kata Supriadi.

Reporter : Andika Pratama Editor : Zul Mulkan 155