Berita :: GLOBALPLANET.news

04 Agustus 2020 21:23:20 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Keluarga membantah Johan Saputra (49) warga Jalan Teratai Kecamatan Sukarami yang tewas di tangan anak tiri Jef (18) di Desa Prabumulih II Muara Lakitan, Musi Rawas, karena hendak memperkosa anak tirinya atau adik Jef.

Adik Alm Johan, Neliwati mengungkapkan, sebelum tewas akibat dibunuh oleh anak tirinya, korban sempat menelpon keluarga di Palembang dan mengatakan bahwa dirinya dikeroyok oleh keluarga istrinya.

Neliwati menceritakan, sebelumnya istri almarhum ini pernah melaporkan kejadian pemerkosaan tersebut ke Polda namun setelah dipanggil sebagai saksi tidak datang.

"Iya istrinya ini pernah melaporkan kejadian ke Polda Sumsel, namun setelah dipanggil polisi ia (istri alm) tidak bisa menunjukkan hasil visum hasil pemerkosaan. Pada saat dipanggil polisi dia tidak kunjung datang," ujar Neliwati saat ditemui kediamannya, Selasa sore (4/8/20).

Atas kejadian tersebut suami istri pun menjadi ribut besar. Kemudian SY, istri almarhum ini pulang kampung. Setelah sekian lama, istrinya minta jemput namun Alm Johan takut karena pernah dikeroyok oleh keluarga istrinya.

"Kakak kami itu tidak mau jemput karena takut, soalnya sebelumnya pernah ribut dengan keluarga istrinya. Jadi perna mengajak orang ke sana menjemput. Kemudian  tiba ia datang kesini, kami kira mereka rujuk terus mereka mudik naik motor empat beranak," ungkapnya.

Lebih lanjut Neliwati, setelah mereka mudik kurang dari 24 jam keluarga mendapatkan kabar bahwa Johan meninggal. Sebelumnya korban sempag menelpon memberitahu bahwa dirinya dikeroyok. Berselang satu jam usai telepon, korban dikabarkan meninggal dunia diduga dibunuh oleh anak tirinya.

"Yang kami tidak habis pikir kalau dia dibunuh. Itu keroyok tidak hanya satu orang. Kami tidak senang kalau kakak ni mati karena salah korban mau memperkosa anak tiri perempuannya dan pernah siksa istrinya padahal semua tidak seperti itu," katanya.

Untuk itu, pihak keluarga meminta polisi terus menyelidiki kasus tewasnya Johan karena diduga sudah direncanakan. 

"Tewas kakak kami juga tidak wajar selain tusukan ditemukan di tubuh korban seperti ada luka bakar seperti siram air panas, tewas kakak kami diduga juga ada orang ketiga. Makan dari itu agar polisi setempat harus mengusut tuntas tewas kakak kami ini," harapannya.

Reporter : Andika Pratama Editor : Zul Mulkan 178