loader

Begini Cara PT Pusri Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, Pusri melakukan pengawalan penggunaan produk yang tepat bagi petani di lapangan. Langkah awal dengan menentukan dosis rekomendasi pupuk sesuai lokasi tanam dan jenis tanah. Dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi terkait produk serta cara penggunaan. Setelah itu, Pusri akan memberikan pupuk sesuai kebutuhan lokasi tanam dan terus melaksanakan kawalan bagi petani, hingga tercapainya hasil produksi yang lebih meningkat dibandingkan sebelum adanya pendampingan dari Pusri.

Dengan meningkatnya hasil produksi petani, tentunya kesejahteraan petani pun turut meningkat. Salah satu kawalan yang berhasil dilaksanakan Pusri yaitu kepada petani di Kalimantan Barat yang melaksanakan panen di lahan demonstrasi plot (demplot) milik PT Pusri Palembang, tepatnya di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya pada pertengahan Juli lalu. 

Demplot di lahan ini merupakan hasil pemupukan menggunakan pupuk Urea bersubsidi ditambah produk inovasi Pusri lainnya, seperti Nutremag dan Bioripah. Kami merekomendasikan ke petani untuk mengaplikasikan produk-produk Pusri pada demplot, dengan rincian yaitu 200 kg/hektar Urea, Nutremag : 8 kg/hektar dan Bioripah: 8 ltr/hektar, jelas Djoko Santoso selaku Branch Manager Kalimantan Barat.  

Dikatakan Djoko bahwa hasil formulasi tersebut mampu mendongkrak perolehan panen padi menjadi 5.3 ton/hektar. Sebelumnya jika berdasarkan kebiasaan petani di Desa Rasau Jaya Satu, hanya mampu memanen 3-4 ton per hektar. “Hal ini sangat menggembirakan, karena kami bisa memberikan informasi yang tepat tentang penggunaan pupuk dan pendampingan bagi para petani untuk meningkatkan hasil taninya, baik dari segi kuantiti maupun kualiti,” terang Djoko. 

Ditengah pandemi ini, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) semua operasional bisnis Pusri tetap berjalan dengan baik dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Pusri juga terus berupaya mendukung rencana Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan menjadikan Provinsi Kalimantan sebagai lumbung padi nasional, melalui program SERASI, untuk mempersiapkan Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Manager Humas PT Pusri Palembang, Soerjo Hartono mengatakan bahwa dalam menjalankan kegiatan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, Pusri selalu berpegang teguh pada prinsip 7 Tepat, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat mutu.

Share

Ads