Berita :: GLOBALPLANET.news

Kabid SMP Disdik Kota Palembang, Herman Wijaya. (Foto: Karerek)

21 Desember 2017 10:27:56 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Minimnya Sarana dan Perana (Sarpras), menjadi faktor utama Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Palembang, belum maksimal dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hingga 2018 nanti, ditafsir baru sekitar 50 persen yang melakukan UNBK.

"Total SMP Negeri di Kota Palembang sebanyak 60 sekolah. Dari jumlah ini, baru sekitar 50 persen saja yang melaksanakan UNBK. Kendalanya pada Sarpras, terutama kebutuhan komputer yang masih belum mencukupi," ungkap Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Herman Wijaya, kepada GLOBALPLANET.news, Kamis (21/12/2017).

Dijelaskan Herman, jumlah siswa di SMPN terbilang banyak dibandingkan di sekolah swasta yang mencapai 200 orang siswa di setiap sekolah. Sehingga jumlah kebutuhan sarana sepeti komputer harus seimbang, minimal sepertiga dari jumlah siswa tersebut. 

"Kalau listrik sudah terpenuhi, namun internet dan komputer masih minim. Bahkan, tahun lalu ada sekolah penyelenggara UNBK yang mendapat bantuan komputer dari orang tua siswa melalui komite, dan meminjam laptop siswa," ungkapnya.

Dikatakan Herman, bahwa pelaksanaan UNBK tingkat SMP akan dilakukan pada akhir bulan Mei 2018 mendatang. Untuk pelaksanaan simulasi tahap pertamanya, telah dilakukan pada awal Desember 2017, dan simulasi tahap kedua akan dilaksanakan pada Februari 2018. 

Herman juga mengatakan, jika kendala pelaksaan UNBK ini juga terjadi pada sekolah swasta. Dari jumlah sekolah swasta yang ada, hanya sekitar 50 persen saja yang menyatakan siap untuk melaksanakan UNBK pada 2018.

"Total SMPN dan Swasta di Palembang berjumlah 134 sekolah, sedangkan untuk jumlah MTsN dan MTs swasta sebanyak 35 sekolah," terangnya. 
 

Reporter : Karerek Editor : Amizon 535