Berita :: GLOBALPLANET.news

Sosialisasi program Desa Bersinar di Prabumulih. (Foto: Ist)

15 Oktober 2020 19:19:07 WIB

PRABUMILIH, GLOBALPLANET - Peredaran dan penyalahgunaan narkoba kini menjadi tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian, namun juga masyarakat.

Salah satunya seperti di Desa Muara Sungai, Kecamatan Cambai yang mewujudkan Desa Bebas dari Narkoba (Bersinar) memakai dana desa (DD). Desa ini menjadi percontohan kerja sama BNN Prabumulih dengan desa dalam rangka mewujudkan Desa Bersinar.

“Kita dorong semua desa di Kota Nanas ini, dalam rangka mendukung pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Desa Muara Sungai, jadi percontohan Desa Bersinar. Karena, komitmennya mewujudkan Desa Bersinar. Semua warganya harus paham, bahaya dan dampak negatif narkoba. Sehingga, benar-benar bersih dari narkoba,” ujar Kepala BNN Prabumulih AKBP Ridwan dalam sosialisasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Desa Muara Sungai, Kamis (15/10/2020).

Narkoba hanya memberikan kerugian selain terancam terjerat hukum atau pidana, nerusak kesehatan dan juga menyebabkan kecanduan hingga juga memicu kematian.

“Makanya, jauhi dan hindari namanya narkoba. Biar kita bisa hidup 100 persen, jauh dan terbebas narkoba serta hidup lebih sehat,” jelas Mantan Kapolsek Martapura, Polres OKU Timur (OKUT).

Pria berdarah Sunda ini mengimbau, kalau ada keluarga terjerat narkoba untuk segera melapor sehingga dapat direhabilitasi untuk proses penyembuhan. "Laporkan ke BNN, akan kita lakukan rehabilitas bisa secara rawat jalan ataupun rawat inap. Sehari di Sumsel ini, 50 orang terjerat peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” terangnya.

Tidak hanya mendorong desa tetapi juga kelurahan untuk mewujudkan Kelurahan Bersinar. “Dalam rangka menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan lainnya,” jelasnya.

Kades Muara Sungai, Lidaryadi berharap program ini benar-benar dipahami masyarakat agar perang terhadap namanya narkoba berhadil. “Narkoba salah satu pemicu tingginya tindak kriminal,” tutupnya. 

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 86